MAKALAH
DASAR-DASAR PEMELIHARAAN ROHANI
ISLAM
PENDEKATAN
TERAPI ISLAM
Oleh:
Moh.nanang Ardian
Dedi martamulya
Masnah
JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
ISLAM
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
IAIN MATARAM
2014/2015
Kata pengantar
Asalamualaikum
wr.wb
Segala puji kepada tuhan semesta
alam ,Allah azzawajallah,yang telah memberikan nikmat kesehatan kepada kami
,sehingga makalah ini dapat kami selesaikan walaupun jauh dari kata sempurna.
salam
dan salawat semoga tercurah kepada junjungan kita ,Nabi Muhammad SAW.yang telah
membawa kita di alam yang terang benderang ,keluar dari kejamnya peradapan
jahiliah.semoga perjuangan beliau dapat kita internalisasikan di dalam
kehidupan kita seharu-hari.
Alhamdhulillah
,makalah yang kami buat dengan Judul,Pendekatan terapi islam,dapat teselesaikan,walaupun
masih banyak kekurangan .pendekatan terapi islam yang kami angkat pada makalah
ini adalah dilihat dari berbagai aspek,yaitu pendekatan
iman,ibadah,sufistik,doa dan zikir,serda beberapa contoh kasus dan cara
penanganannya.
Makalah
yang kami buat ini bertujuan untuk menyelesaikan tugas,Dasar-dasar pemeliharaan
rohani islam,dan juga untuk memberikan pengetahuan kepada diri kami maupun
pembaca agar menyadari betapa besar kekuatan spiritual,dapat digunakan sebagai
terapi di kehidupan ini.dan itulah nikmat yang sangat besar dan sepatutnya kita
sukuri.
Kami
menyadari,makalah ini jauh dari kata sempurna,untuk itu kritik ,saran serta
perbaikan dari pembaca sangat kami harapkan.
Wabillahi
taufik wal hidayah
Asalamualaikum
wr,wb
Daftar Isi
COVER......................................................................................................................1
Kata
Pengantar...........................................................................................................2
Daftar
isi.....................................................................................................................3
BAB I
PEDAHULAN..........................................................................................................4
A.Latar
belakang.........................................................................................................4
B.Rumusan
masalah....................................................................................................5
C.Tujuan
Penulisan......................................................................................................5
BAB II
PEMBAHASAN........................................................................................................6
A.Pendekatan
iman......................................................................................................6
1. Terapi
iman..................................................................................................................6
2. Iman
sebagai terapi kejiwaan........................................................................................7
B.Pendekatan
ibadah...............................................................................................11
C.Pendekatan
sufistik..............................................................................................12
D.pendekatan
zikir dan do’a...................................................................................19
1.
Do’a..............................................................................................................,,,,,,,,,,,,.19
2.
Zikir ...........................................................................................................................22
BAB
III
PENUTUP..................................................................................................................26
A.kesimpulan.............................................................................................................26
Daftar
putaka.............................................................................................................27
BAB I
PENDAHULAN
A.Latar Belakang
Dalam zaman modern seperti sekarang ini simbol-simbol
zaman modern seperti yang diterapkan oleh peradaban kota tumbuh sangat cepat,
jauh melampai kemajuan manusianya, sehingga kesenjangan antara manusia dan
tempat dimana mereka hidup menjadi sangat lebar. Kesenjangan itu melahirkan
problem kejiwaan, dan problem itu menggelitik pertanyaan tentang jati diri
manusia. Sepanjang sejarah kemanusiaan, manusia adalah makhluk makhluk yang
bisa menjadi subyek dan objek sekaligus (Burhani, 2002 : 166).
Manusia modern idealnya adalah manusia yang berfikir
logis dan mampu menggunakan berbagai teknologi untuk meningkatkan kualitas kehidupan
manusia. Dengan kecerdasan dan bantuan teknologi, manusia modern mestinya lebih
bijak dan arif, tetapi dalam kenyataannya banyak manusia yang kualitas
kemanusiaan lebih rendah dibanding kemajuan berpikir dan teknologi yang
dicapainya. Akibat dari ketidakseimbangan ini kemudian menimbulkan gangguan
kejiwaan (Burhani, 2002 : 167).
Orang yang sedang mengalami kegelisahan, sudah
sewajarnya untuk kembali kepada ajaran Islam. Psikoterapi Islami dengan
menggunakan dasar pijakannya dari nilai-nilai dan ajaran agama Islam, tidak
hanya ditujukan untuk mengobati penyakit kejiwaan dalam kriteria mental –
psikologis – sosial, tetapi juga memberikan terapi kepada orang-orang yang
“sakit” secara moral dan spiritual. Dengan demikian psikoterapi Islam dengan
cakupan yang lebih luas dapat mengantisipasi permasalahan kejiwaan manusia
modern, baik dalam segi kejiwaan itu sendiri maupun segi moral-spiritual.
Secara umum psikoterapi bertujuan untuk meningkatkan
kemampuan seseorang baik itu emosi, mental, pengetahuan dan pemahaman diri dan
perubahan tingkah laku. Maka psikoterapi Islampun secara umum bertujuan
mengeksploitasi diri dan memahami diri sebagai makhluk berkepribadian, sebagai
makhluk bersosial dan sebagai makhluk yang menghambakan diri kepada Allah SWT.,
sehingga akan terjadi perubahan tingkah laku yakni kondisi psikis yang
tercermin dalam sikap yang sehat dan dinamis menuju kepada ketenangan,
ketentraman dan kebahagian dalam kesehaatan sesuai dengan nilai-nilai ajaran
Islam sebagai upaya meraih Ridha Allah SWT (Prawita, 2002 ; 7-9)
B.Rumusan Masalah
1.
Apa yang itu
pendekatan terapi iman dan bagaimana penanganan permasalahan iman serta apa
yang harus dilakukan dalam penyelesaian masalahannya ?
2.
bagaimana pendekatan
ibadah dalam menyelesaikan permasalahan dalam diri dan apa yang haru dilakukan
dalam pemasalahan itu ?
3.
apa peranan
pendekatan sufistik dalam terapi islam dan bagaimana solusi peningkatan
kualitas ahlak dalam diri ?
4.
bagaimana doa dan
zikir dapat menjadi terapi dalam diri dan apa yang yang harus dilakukan dalam
proses penyembuhan ?
C.Tujuan Penulisan.
1.
Memempelajari serta
mencari tahu ,bagaimana pendekatan terapi dalam islam.
2.
Menambah wawasan
serta pengetahuan di bidang pendekatan terapi ikan salah islam.
3.
Menyelesaikan salah
satu tugas ,dasar- dasar pemeliharaan rohani islam.
BAB II
PEMBAHASAN
A.Pendekatan Iman
1.Terapi iman
Istilah
terapi atau pengobatan dalam Islam disebut tahaibun. Istilah thaibun
nabawi berasal dari bahasa Arab yang berarti pengobatan dengan mengikuti
metode nabi Muhammad SAW. Metode ini sangat luar biasa dan canggih, lebih hebat
dari metode pengobatan saat sekarng ini yang mengandalkan akal semata, yaitu :Memahami hakikat kejadian manusia
Manusia
diciptakan Allah SWT, ciptakan terdiri dari empat unsur lahir (angin, air, api,
dan tanah) serta empat unsur batin (ruh, akal, nafsu, dan jasad). Keempat unsur
itu wajib doberi makan agar kita tetap sehat wal afiat.
Iman adalah
‘itiqat, aqidah yang mantap, keyakinan yang mutlak kepada keesaaan Tuhan, iman
itu sering naik turun (yazid wa yanqus). Iman dapat menyehatkan mental
karena iman itu manjadi pengendali sikap, ucapan, tidakan, dan perbuatan. Yang
mana jika tanpa adanya kendali itu orang-orang akan mudah melakukan hal-hal
yang merugikan dirinya atu orang lain dan dapat menimbulkan penyesalan dan
kecemasan yang akan menyebabkan terganggunya kesehatan jiwa. Iman dapat
menyehatkan karena iman itu menjadi pengendali sikap, ucapan, tindakan, dan perbuatan.
Tanpa kendali tersebut maka orang akan mudah melakukan hal-hal yang merugikan
dirinya atau orang lain dan dapat menimbulkan penyesalan dan kecemasan yang
akan menyebabkan terganggunya kesehatan jiwa.
Islam adalah
syariat lahir atau fiqih (paham) yang tertulis dalam Al Qur’an dan Hadis, yang
wajib diamalkan oleh umat islam sebagaimana yang diajarkan dan dicontohkan
Rasullah SAW kepada para sahabat lalu diturunkan kepada tabi’in lalu ditunkan
kepada tabi’ut tabi’in hingga sampai kepada kita secara turun-temurun. Menurut
Abdul Mujib, realisasi motode islam ini dapat membentuk kepribadian muslim yang
mendorong seseorang untuk hidup bersih, suci dan dapat menyesuaikan dari dalam
setiap kondisi, yang mana kondisi ini merupakan syarat mutlak bagi terciptanya
kesehatan mental.
Kepribadian
dalam Islam akan menciptakan kesehatan mental karena mencerminkan 5 karakter
Muslim:
·
Karakter syahadatain, yaitu karakter yang mampu
menghilangkan dan membersihkan diri dari segala belenggu atau dominasi
tuhan-tuhan temporal dan relatif seperti materi dan hawa nafsu. Selain itu
karakter syahadatain juga menghendaki individu untuk selalu cinta dan mematuhi
perintah Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi larangannya
·
Karakter Mushalli, yaitu karakter yang mampu
berkomunikasi dengan Allah (ditandai dengan takbir) dan dengan sesama manusia
(ditandai dengan salam). Karakter mushalli menghendaki adanya kebersihan dan
kesucian lahir yang diwujudkan dalam
·
Karakter Muzakki, yaitu karakter yang berani
mengorbankan hartanya untuk kebersihan dan kesucian jiwa , serta untuk
pemerataan kesejahteraan umat pada umumnya. Karakter Muzakki menghendaki adanya
pencarian harta secara halal dan mendsitribusikannya secara halal pula. Ia
menuntut adanya produktivitas dan kreativitas.
·
Karakter Sho’im, yaitu karakter yang mampu
mengendalikan dan menahan diri dari nafsu-nafsu rendah, seperti menahan diri
dari makan, minum, hubungan seksual pada waktu, tempat yang dilarang.
·
Karakter Haji, yaitu karakter yang mau mengorbankan
harta, waktu bahkan nyawa demi memenuhi panggilan Allah.
2.Iman sebagai terapi
kejiwaan
1. Rabunullah
Rabunullah diartikan; 1.hanya kepada Allah
saja manusia mengabdi (menyembah) kepada-Nya dan Dia-lah tempat
bersandar.2.tidak ada yang dapat memberikan balasan kepada seseorang kecuali:
Dia, karena tidak ada yang dipandang dan ditakuti selain Allah. 3.Rabunullah:
berarti bahwa setiap yang muncul, setiap takdir dan pikiran menghadap
kepada-Nya, mengharapkan ridha-Nya. 4. Rabunullah: berarti bahwa setiap benda
dan apa saja yang ditemukan dalam alam tergantung kepada Allah.
Lima dampak yang positif dari Rabunullah
(iman dan yakin) yang merupakan motor dalam perjuangan menghadapi tantangan,
yakni:
- Memberantas rasa takut.
- Menghilangkan semangat duka cita.
- Mempunyai semangat pengharapan (optimisme).
- Meyakini Allah menjadi pelindung.
- Sukses dalam mencapai cita-cita.
- Melenyapkan kepercayaan kepada keuasaan benda.
- Menanamkan semangat berarti menghadapi tantangan.
- Menanamkan self help dalam kehidupan.
- Membentuk kehidupan yang baik.
Imam Ali as berkata, “Jangan engkau
buat ilmu menjadi kebodohan, dan keyakinanmu menjadi keraguan. Jika engkau
mengetahui, lakukanlah; jika engkau yakin, majulah.
- Memahami Konsep Al ‘Awwal Wa Al’ Akhir
Allah SWT tidak terikat oleh
ketentuan waktu. Allah tidak berada di dalam waktu dan tidak pula terikat oleh
waktu seperti kita. Bagi Allah SWT tidak ada siang ataupun malam, tidak ada
masa kini ataupun masa lalu dan tidak ada pula waktu kemudian. Allah tidak
berubah, tidak menua, tidak membesar, dan tidak berkesudahan.
Dzat yang “Awal dan Akhir”,
ke-awal-an yang dimaksud bukanlah ke-awal-an yang temporal (zamaniyyah),
dan ke-akhir-an bukan juga ke-akhir-an yang temporal.
Bagi Allah SWT tidak ada soal
“sebelum” dan “sesudah”, karena waktu dan alam semuanya adalah ciptaan-Nya.
Keberadaan Allah sebelum keberadaan makhluk ciptaan-Nya dan Allah tetap kekal
setelah semua makhluk ciptaan-Nya punah. Allah ada sebelum adanya waktu dan
sesudahnya, karena Allah berada di luar waktu, dan ke-awal-an serta
ke-akhir-Nya sama sekali tidak temporal.
Allah hidup dalam “ke-kini-an Ilahi”
dan kehadiaran-Nya adalah kekal sormadiy (abadi), sedangkan kita adalah
hidup dalam “kemarin”, “kini” dan “esok”.
Kisah sejarah dan semua cakupannya
yang terdiri dari seluruh peristiwa beserta rincian dan rangkaiannya di sisi
Allah SWT merupakan suatu totalitas (mujmal) yang telah tersurat di
dalam ummul kitab.
Ketika Allah SWT berfirman kepada Nabi Musa a.s (QS.
Ibrahim: 5):
Artinya: “…. Dan ingatkanlah mereka kepada
hari-hari Allah. ….”
Bagi Allah, masa mendatang adalah
sesuatu yang telah terjadi dan usai di dalam pengetahuan-Nya. Karena itu kita
temukan firman-firman Allah SWT dalam Al Qur’an menggunakan FI’il Madhiy
(kata kerja masa lampau – past tense dalam bahasa Inggris) dalam
pemberitaan-Nya mengenai peristiwa-peristiwa yang akan terjadi pada hari
kiamat, padahal terjadinya peristiwa-peristiwa itu ada di masa mendatang.QS.
Az-Zumar: 68 :Artinya: “dan ditiuplah sangkakala, Maka matilah siapa yang di
langit dan di bumi ….. “QS. Al-Kahfi: 99 :
. “….. kemudian ditiuplah
sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya.”
Dari berbagai rahasia yang
diungkapkan Al Qu’an kita dapat memahami Allah telah menetapkan waktu yang
berbeda-beda bagi setiap jenis makhluk ciptaan-Nya. Waktu sehari bagi malaikat
Jibril yaitu malaikat yang terbesar dan terkemuka, sama dengan lima puluh ribu
tahun bagi kita. Hal itu dapat kita ketahui dari isayarat yang diberikan Al
Qur’an :QS. Al-Ma’rij: 4 :Artinya: “Para malaikat dan Jibril naik
(menghadap) kepada Tuhan dalam waktu sehari yang kadarnya (sama dengan) lima
puluh ribu tahun.”
sehubungan
dengna pentingnya makna waktu itu maka manusia bisa mengalami macam-macam
kekosongan. Adapun wujud kekosongan itu, ialah:
- Kekosongan Akal (Kognitif)
Akal atau pikiran merupakan mutiara yang dimiliki
manusia. Manusia tanpa memfungsikan akal untuk mengenak Robbnya. Maka nilainya
tidak ubahnya seperti binatang.Sebagaimana firman Allah:
- QS. Al-Anfal: 22 :Artinya: “Sesungguhnya seburuk-buruk binatang melata dalam pandangan Allah ialah oarng-orang yang pekak dan tuli, yang tidak mau menggunakan akalnya.”
2.
Kekosongan Hati (Afektif)
QS. Al-Hujurat: 7 :
Artinya: “…… tetapi Allah menjadikan kamu ‘cinta’
kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu ……”
3.
Kekosongan Jiwa (Mental)
Jiwa ini apabila tidak disibukkan dengan hal positif,
ia akan menyibukkan kita dengan kebatilan. Menyibukkan jiwa dengan kebaikan
ialah dengan mensucikan, mendidik dan menarik tali kekangnya dari perkara yang
batil.
Allah SWT berfirman:QS. Asy-Syams: 9 :
Artinya: “9. Sesungguhnya beruntunglah orang yang
mensucikan jiwa itu, 10. Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.”
- Ridhalah dengan Qadha dan Qadar Allah
Keridhaanmu terhadap qadha dan qadar Allah akan
mendatangkan beberapa perkara, di antaranya :
- Keimanan terhadap dasar ketuhanaN, dan berpegang teguh kepada kewajiban keimanan, yaitu qadha dan qadar Allah SWT.
- Memandang ringan dan mudah segala bentuk kesulitan, dan senantiasa melanjutkan perjalanan di dalam hidup.
- Memiliki ketenangan dan kekuatan rohani, dan terbebas dari berbagai kesulitan jiwa.
- Dzat Maha Pencipta ridah kepada Anda.
Imam Ali as berkata, “Barangsiapa merasa cukup dengan
bagian yang telah Allah berikan kepadanya, maka dia adalah manusia yang paling
kaya.
B.Pendekatan ibadah
Di
dalam terapi islam ,pendekatan ibadah, sangatlah penting karena pengaplikasian
seluruh bentuk terapi yang islami adalah dengan pendekatan ibadah.ibadah
merupakan perwujutan kepatuhan kita terhadap sang pencipta.dengan pengamalan
ibadah yang secara istiqomah akan mendatangkan manfat yang sangat besar di
dalam tubuh kita.ibadah yang dilakukan sangat banyak sekali baik itu berupa
sholat,puasa ,zikir,haji ,maupun ibadah-ibadah yang lain.
Salah
satu terapi ibadah adalah shalat, Sebuah buku karya seorang Guru Besar dari
IAIN Sunan Ampel Surabaya berjudul Terapi Shalat Tahajud telah menjadi
inspirasi bagi sejumlah orang dalam pengobatan berbagai macam penyakit.
Buku tersebut berasal dari disertasi beliau pada saat menyelesaikan
program doktoralnya di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya.
Meskipun isi dan bahasanya sangat berbau akademis dan mungkin agak sulit
dipahami orang awam, namun hasil kajian dan pembuktian ilmiahnya cukup memesona
untuk dibaca dan diamalkan. Ide brilian yang diangkat dalam penelitiannya yaitu
berasal dari hadis Rosulullah Saw. bahwa ” Shalat tahajud dapat menghapus
dosa, mendatangkan ketenangan dan menghindarkan dari penyakit. (HR. Tirmidzi).
Beliau menghubungkan antara isi hadis tersebut dengan hasil penelitian bahwa
ketenangan dapat meningkatkan ketahanan tubuh imunologik, mengurangi resiko
penyakit jantung dan meningkatkan usia harapan. Sebaliknya, stres dapat
menyebabkan seseorang rentan terhadap infeksi, mempercepat perkembangan sel
kanker dan meningkatkan metastasis.
Berdasarkan
hasil analisis beliau, tidak sembarang orang yang melaksanakan shalat tahajud
memperoleh faedah yang bagus untuk kesehatannya karena dalam kenyataannya
terdapat sejumlah orang yang terbiasa melaksanakan shalat tahajud namun tetap
tidak memiliki kesehatan yang bagus. Melalui hasil penelitannya disimpulkan
bahwa pengamal solat tahajud yang dapat memperoleh faedah positif yaitu mereka
yang mengamalkannya dengan ikhlas. Konsep ikhlas didefinisikan atas
paradigma psikobiologi yang merujuk pada teoti GAS, yaitu terpeliharanya
homeostatis tubuh setelah subjek menjalankan solat tahajud. Bagi subjek yang
normal secara kuantitas tercermin pada terkendalinya sekresi kortisol (hormon
stress) dalam rentang 38-690 nmol/L (pagi hari pada pukul 06.00-09.00 wib).
Jadi hormon kortisol (hormon yang timbul karena stress) dijadikan sebagai tolok
ukur ikhlas tidaknya subjek penelitian pada saat menjalankan solat tahajud.
Simpulan dari penelitian beliau menujukkan bukti bahwa solat tahajud dapat
menurunkan sekresi hormon kortisol. Penurunan hormon tersebut dipengaruhi oleh
pelaksanaan solat tahajud yang tepat, kontinu, khusuk dan ikhlas. Keadaan
tersebut menumbuhkan persepsi dan motivasi positif dan memengaruhi coping. Yang
dimaksud dengan coping adalah suatu mekanisme untuk mengatasi
perubahan yang dihadapi atau beban yang diterima. Apabila coping berhasil maka
seseorang dapat beradaptasi terhadap perubahan atau akan merasakan beban
berat menjadi ringan. Respon emosi positif dan coping yang efektif
itulah yang dapat mengurangi reaksi stres sehingga kortisol tidak diproduksi
secara berlebihan.
Penelitian di
atas adalah salah satu penelitian tentang manfaat suatu ibadah yang dibuktikan
melalui cara-cara ilmiah. Sebagai manusia beriman tentu saja dalam melaksanakan
sebuah ibadah kita jangan hanya terdorong mau melakukannya setelah terbukti
manfaatnya melalui sebuah riset ilmiah. Riset ilmiah hanya
merupakan sebuah cara manusia untuk menggali tabir yang belum terkuak. Adapun
jika hal itu berefek pada bertambhanya keimanan seseorang hal itu adalah hikmah
dari sebuah tindakan. Tentu saja langkah tersebut merupakan jalan yang
ditunjukkan Allah kepada manusia untuk lebih meningkatkan kualitas dan
kuantitas ibadah kita.
Selain
melalui solat tahajud, masih banyak jenis ibadah lain yang dijadikan terapi
pengobatan yang bermanfaat untuk kesehatan oleh sejumlah masyarakat.
Terapi air (wudlu), zikir, sodaqoh dan puasa di antaranya. Dalam salah satu
ayat dalam Alquran Allah berfirman, “Ingatlah (berzikirlah) kepada-Ku niscaya
hatimu akan tenang”. Dengan sangat jelas dalam ayat tersebut Allah menjamin
bahwa dengan berzikir hati kita akan tenang. Ketenangan, menurut penelitian
sain seperti yang dijelaskan dalam penelitian tentang manfaat solat tahajud
jelas menyebabkan merununkan hormon kortisol , hormon stres yang
merugikan kesehatan.
C. Pendekatan Sufistik/akhlak
Dalam
Islam, sebagaimana yang diyakini oleh para sufi, dinyatakan bahwa penyakit itu
datangnya dari Allah. Para sufi percaya bahwa kesembuhan juga datang dari
Allah, penyembuh (dokter / tabib) adalah seseorang yang menjadi perantara antara
Allah dan pasien. Diyakini bahwa seorang syaikh berada pada posisi yang tinggi
dan dianggap mempunyai barakah dari sisi Allah. Seorang syaikh bisa membuat
saluran terbuka antara Tuhan dan dunia, dan barakah mengalir melalui saluran
ini. Dengan mengadakan kontak terhadap wali baik yang masih hidup atau sudah
mati, seseorang menjadi lebih dekat dengan Allah.. Barakah inilah yang dianggap sebagai obat dari segala
penyakit.Meskipun mereka juga menggunakan media lain sebagai metode pengobatan
seperti makanan/herbal, diet, pijatan dan lain-lain.Islam yang bersumber pada
al-Qur’an dan hadist nabi Muhammad SAW., serta didukung oleh khasanah pemikiran
dan peradaban Islam dalam dirinya mengandung fungsi terapi. Untuk itu menjadi
beralasan untuk mewujudkan terapi Islami.
Termasuk dalam pendekatan psikoterapi Islami adalah psikoterapi yang berorientasi mistik-spiritual (bisa disebut Psikoterapi Sufi). Psikoterapi Islam (Psikoterapi Sufi) adalah proses pengobatan dan penyembuhan suatu penyakit, apakah mental, spiritual, moral maupun fisik dengan melalui bimbingan Al Qur’an dan As sunnah nabi Muhammad SAW. Atau secara empirik adalah melalui bimbingan dan pengajaran Allah SWT, malaikat-malaikat-Nya, Nabi dan Rasul-Nya atau ahli waris para Nabi-Nya.
Termasuk dalam pendekatan psikoterapi Islami adalah psikoterapi yang berorientasi mistik-spiritual (bisa disebut Psikoterapi Sufi). Psikoterapi Islam (Psikoterapi Sufi) adalah proses pengobatan dan penyembuhan suatu penyakit, apakah mental, spiritual, moral maupun fisik dengan melalui bimbingan Al Qur’an dan As sunnah nabi Muhammad SAW. Atau secara empirik adalah melalui bimbingan dan pengajaran Allah SWT, malaikat-malaikat-Nya, Nabi dan Rasul-Nya atau ahli waris para Nabi-Nya.
Ø Dzikir
Dzikir, kalimat sufi, secara harfiah berarti mengingat. Lagu pengingat, atau lagu cinta menyatukan diri kita dengan asal-usul kita yang tak terbatas. Profesor Angha menggambarkan dzikir sebagai langkah pertama dalam mencinta. Bila kita mencinta seseorang, kita terus-menerus memikirkannya, mengingatnya, dan mengulangi namanya. Umumnya, para sufi mengulangi kalimat tauhid, seperti la ilaha illa Allah (tiada Tuhan selain Allah) atau Allah Hu (Dialah Yang). Kaimat-kalimat ini diulang terus-menerus dalam nada musikal yang bervariasi.Dzikir dipimpin oleh seorang pelantun yang biasanya melantunkan puisi yang ditulis oleh orang-orang bijak atau pemimpin spiritual dan para pengikutnya bergabung dibagian paduan suara. Lagu-lagu ini diiringi oleh gerakan tubuh dalam simbol infinitas. Bila dzikir terus dilakukan, maka akan tercipta medan elektromagnetik yang kuat dengan penggabungan suara, gerak, dan niat (mengingat yang tercinta), semua berkonsentrasi dalam hati. Gerakan tak terbatas dalam hati dan tubuh bergabung selaras dengan gerakan bumi, sistem matahari, galaksi, dan seluruh alam kosmis.
Dzikir, kalimat sufi, secara harfiah berarti mengingat. Lagu pengingat, atau lagu cinta menyatukan diri kita dengan asal-usul kita yang tak terbatas. Profesor Angha menggambarkan dzikir sebagai langkah pertama dalam mencinta. Bila kita mencinta seseorang, kita terus-menerus memikirkannya, mengingatnya, dan mengulangi namanya. Umumnya, para sufi mengulangi kalimat tauhid, seperti la ilaha illa Allah (tiada Tuhan selain Allah) atau Allah Hu (Dialah Yang). Kaimat-kalimat ini diulang terus-menerus dalam nada musikal yang bervariasi.Dzikir dipimpin oleh seorang pelantun yang biasanya melantunkan puisi yang ditulis oleh orang-orang bijak atau pemimpin spiritual dan para pengikutnya bergabung dibagian paduan suara. Lagu-lagu ini diiringi oleh gerakan tubuh dalam simbol infinitas. Bila dzikir terus dilakukan, maka akan tercipta medan elektromagnetik yang kuat dengan penggabungan suara, gerak, dan niat (mengingat yang tercinta), semua berkonsentrasi dalam hati. Gerakan tak terbatas dalam hati dan tubuh bergabung selaras dengan gerakan bumi, sistem matahari, galaksi, dan seluruh alam kosmis.
Dzikir
adalah pintu gerbang menuju batas waktu dan ruang menuju dunia yang lebih
tinggi. Lagu mengingat ini adalah amalan sufi yang telah dipraktekkan lebih
dari 1400 tahun.
Ø Tafakkur
Sikap hidup kita sebelum ada pikiran, perkataan, dan
perbuatan adalah diam. Menenangkan pikiran, merilekskan tubuh dan mencapai
pemahaman spiritual dapat diperoleh melalui praktek-praktek konsentrasi dan
meditasi yang dapat dilakukan secara mandiri. Tehnik-tehnik ini mengembangkan
pola perilaku tidak sadar yang menghasilkan efek-efek positif yang berpengaruh
luas pada fungsi-fungsi psikologis maupun fisiologis. Proses penyembuhan adalah
penemuan kembali dan penghadiran sumber Ilahi dalam diri, yang merupakan esensi
kemanusiaan kita, sumber kebijakan penuh inspirasi, cinta yang menyembuhkan,
dan kreatifitas kita yang paling hebat. Kita semua menyadari kehadiran dalam
sesuatu yang lebih besar dari diri kita sehari-hari. Masing-masing diri kita
menangkap pandangannya meskipun hanya sepintas. Praktek konsentrasi dan
meditasi sufi memungkinkan kita untuk membangun hubungan dan menyambungkan
kembali diri pada Sumber segala kehidupan.
Meditasi memungkinkan kita berkelana dalam diri untuk bercermin pada identitas sejati kita dan belajar tentang tujuan atau misi kita. Meditasi adalah cara kita mempelajari dan mengembalikan tubuh, mental dan emosional kita dan menemukan diri kita yang sebenarnya.
Meditasi memungkinkan kita berkelana dalam diri untuk bercermin pada identitas sejati kita dan belajar tentang tujuan atau misi kita. Meditasi adalah cara kita mempelajari dan mengembalikan tubuh, mental dan emosional kita dan menemukan diri kita yang sebenarnya.
Agar mencapai kemajuan, kita perlu belajar diam dan
membiarkan pikiran kita mendengarkan dan menyerap. Kecuali kita menemukan cara
bergerak melampaui batas sehari-hari, kita akan terus terjebak dalam batasan
pengalaman fisik dan indera kita.Meditasi adalah jalan menuju kebebasan. Dengan
praktek teratur, kita dapat belajar untuk memanifestasikan anugerah kita yang
sejati dan merangkul spiritualitas kita dalam kehidupan sehari-hari. Sejak
meditasi menjadi mainstream ditahun sembilan puluhan, ilmu ini semakin dikenal
sebagai perangkat untuk memperbaiki kesehatan fisik, mental, emosional, juga
spiritual
Kedamaian tidak akan bisa ditemukan di luar tubuh
kita. Kedamaian akan ditemukan saat kita belajar mengendalikan tubuh fisik,
mental, dan emosional kita. Kita hanya perlu belajar untuk tenang, biarkan
pikiran kita mendengarkan dan menyerap. Penemuan terbesar kita diperoreh dengan
menghentikan apa yang sedang kita lakukan dan belajar untuk duduk tenang dan
diam.
Kita belajar untuk menjadi “human beings”dan bukan
hanya “human doings.
Ø Shalat
Hazrat Inayat Khan telah mengatakan, “seorang yang
tidak pernah melaksanakan shalat tidaklah memiliki harapan akan perkembangan
jalan-jalan yang lainnya, karena setiap postur dalam shalat memiliki suatu
makna yang indah dan pengaruh tertentu … shalat ini diperintahkan sebelum
meneruskan pengajaran sakral berikutnya. Jika ia gagal mengembangkannya, maka
tidak ada harapan baginya akan masa depan”.Shalat dikerjakan dengan melakukan
posisi tubuh yang berbeda-beda dan membaca beberapa ayat al-Qur’an pada setiap postur.
Dan pada postur-postur ini akan diberikan penjelasan mengenai manfaatnya
masing-masing.
Postur Pertama, yaitu postur niat. Pada postur ini
kita mengangkat kedua tangan terbuka keatas sampai telinga, dan letakkan ibu
jari dibawah daun telinga sambil mengucapkan Allahu Akbar. Pengaruhpengaruh
yang menguntungkan yaitu tubuh terasa ringan karena berat badan terbagi pad
kedua kaki. Luruskan bagian punggung untuk memperbaiki postur. Pikiran berada
dalam keadaan terkendali. Pandangan lurus dengan berpusat pada lantai tempat
kepala menyentuh permukaan lantai. Otot-otot punggung sebelah atas dan sebelah
bawah dalam keadaan kendur, pusat otak atas dan bawah menyatu untuk membentuk
kesatuan tujuan.
Postur Kedua, yaitu postur Qiyam. Kita meletakkan
tangan dibawah pusar, tangan kanan berada diatas tangan kiri kemudian membaca
surat al- Fathehah dan surat Qur’an lainnya. Pengaruh-pengaruh yang
menguntungkan dalam postur ini yaitu; konsentrasi penuh, menyebabkan relaksasi
pada kaki dan punggung menggerakkan perasaan rendah hati, kesederhanaan dan
ketaatan. Pada pembacaan ayat diatas, seluruh bunyi diucapkan dalam bahasa
Arab, yang akan memacu penyebaran seluruh sifat-sifat Allah yang Agung akan
derajat yang terkendali secara sempurna di seluruh tubuh, pikiran dan jiwa.
Getaran suara vokal panjang a, i dan u akan memacu hati, kelenjar pireal,
kelenjar pituitary, kelenjar adreanalin dan pari-paru, serta akan membersihkan
dan meningkatkan fungsi seluruh bagian itu.
Postur Ketiga, yaitu postur Ruku’. Pengaruh pengaruh
yang menguntungkan; merenggangkan otot-otot punggung sebelah bawah, otot paha
serta otot betis secara penuh. Darah akan terpompa keatas tubuh. Menekan otot
lambung, perut dan ginjal. Postur ini akan meningkatkan kepribadian,
menggerakkan kasih sayang dan keharmonisan pada bagian sebelah dalam.
Postur Keempat, yaitu postur Qauna.
Pengaruh-pengaruh yang menguntungkan adalah; darah yang segar tergerak keatas
kedalam tubuh pada postur sebelumnya kembali pada keadaannya semula, yang akan
mengeluarkan toksin, tubuh akan mengalami relaksasi dan melepaskan semua
ketegangan.
Postur Kelima, yaitu postur Sujud. Pengaruh-pengaruh
yang menguntungkan adalah; lutut yang membentuk sudut yang tepat akan
memungkinkan otot-otot lambung berkembang dan mencegah timbulnya kekenduran
pada sekat rongga badan. Meningkatkan aliran darah kedalam bagian tubuh sebelah
atas, terutama kepala (termasuk mata, telinga, dan hidung) dan paru-paru,
memungkinkan toksin-toksin dagu dapat dibersihkan oleh darah. Mempertahankan
posisi tetus yang tepat pada wanita yang sedang hamil. Mengurangi tekannan
darah yang tinggi, meningkatkan aktifitas persendian, menghilangkan egoisme dan
kesombongan. Meningkatklan kesabaran dan keyakinan kepada Allah SWT.
meningkatkan tahap perhentian spiritual dan menghasilkan energi psikis yang
tinggi di seluruh tubuh. Postur penyerahan dan kemurahan hati yang tinggi ini
merupakan esensi ibadah.
Postur keenam, adalah Qu’ud. Pengaruh-pengaruh yang
menguntungkan adalah; bagi laki-laki tumit kaki kanan mengerut dan berat kaki
serta bagian tubuh berada pada tumit tersebut.
Posisi
ini membantu pengeluaran zat racun dari liver dan memacu gerak peristaltik pada
usus besar. Bagi perempuan pertahankan kedua kaki di bawah badannya, telapak
kaki menghadap keatas. Tubuh akan kembali mengalami relaksasi yang sama, dan
postur ini membantu pencernaan dengan menggerakkan isi perut kearahbawah.
Ø Al-Quran
Al-Quran
sebagai sarana pengobatan sudah termasyhur di kalangan orang Islam, diantara
nama-nama lain dari Surah al-Fatihah adalah al-Shifa’ dan al-Ruqyah.
"Kalimat Allah, yaitu ayat-ayat Al Qur'an, mengandung tenaga tak terhingga, tenaga nuklir pun belum apa-apa dibandingkan dengan tenaga llahi ini. Kebesaran dari pada Kalimat-kalimat Allah itu, untuk menyambut dan menghancurkan sekaligus, akan ancaman-ancaman bahaya maut bagi umat manusia seperti tersebut di atas! Kalau bukit-bukit dapat dilebur oleh ayat Al Hasyr 21. Dan kalau bukit-bukit dapat dibelah dengan ayat Ar Ra'du 31, pasti apa saja bisa dilebur oleh Kalimah-kalimah Allah yang Maha Agung, termasuk senjata-senjata atom dan nuklir dari negara-negara super power, sehingga bahaya 'kalimat' yang didatangkan oleh tenaga atom dan nuklir dapat dimusnahkan sama sekali…"
"Kalimat Allah, yaitu ayat-ayat Al Qur'an, mengandung tenaga tak terhingga, tenaga nuklir pun belum apa-apa dibandingkan dengan tenaga llahi ini. Kebesaran dari pada Kalimat-kalimat Allah itu, untuk menyambut dan menghancurkan sekaligus, akan ancaman-ancaman bahaya maut bagi umat manusia seperti tersebut di atas! Kalau bukit-bukit dapat dilebur oleh ayat Al Hasyr 21. Dan kalau bukit-bukit dapat dibelah dengan ayat Ar Ra'du 31, pasti apa saja bisa dilebur oleh Kalimah-kalimah Allah yang Maha Agung, termasuk senjata-senjata atom dan nuklir dari negara-negara super power, sehingga bahaya 'kalimat' yang didatangkan oleh tenaga atom dan nuklir dapat dimusnahkan sama sekali…"
juga Al Quranul Karim dan Kalimah Allah dapat
menghancurkan segala macam penyakit yang berat-berat termasuk kanker dan AIDS
sesuai dengan QS. Al Israa' ayat 82:”dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang
menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu
tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.”
Praktek menggunakan ayat al-Quran untuk menyembuhkan
berbagai macam penyakit juga dilakukan oleh Muhammad Zuhri, seorang guru sufi,
dia bertindak sebagai konselor sebuah yayasan “Barzakh Fondation” yang
berlokasi di Jakarta, sebuah yayasan non profit yang memberikan pelayanan
gratis terhadap pengidap HIV/AIDS, kanker, sakit jiwa, luekemia, impontensi
dll. Terkadang pasien diberikan wifiq (potongan kertas yang berisi ayat-ayat
Quran) dengan disertai tata cara penggunaannya.
Ø Puasa
Puasa merupakan bentuk penyembuhan alamiah yang
paling lama dikenal manusia. Metode yang dilakukan berkisar dan tidak memakan
suatu jenis makanan tertentu selama periode waktu tertentu yang tidak begitu
lama, sampai dengan pantangan secara total terhadap suatu jenis makanan dan
minuman selama periode waktu yang lama. Sebagian besar orang barat juga
melakukan puasa untuk membersihkan tubuh dan meningkatkan kesehatan namun
demikian puasa tersebut tidak dengan tujuan (niat yang tepat), yang kita
memulai puasa dengan niat tersebut. Para sufi barangkali banyak memilih
pengalaman daripada kelompok lain dalam hal mengerjakan puasa dengan durasi
yang berbeda-beda.
Para sufi tidak sekedar mengerjakan prosedur fisik
yang berhubungan dengan kesehatan sebagai alasan utamanya, melainkan untuk
mendapatkan keridhoan Allah Yang Maha Tinggi. Penyakit seringkali bersumber
dari pencernaan nutrien ynag tidak sempurna dalam satu atu beberapa tahap
pencernaan selama puasa aktivitas yang biasanya dilakukan selama pencernaan
makanan menjadi semakin berkurang, yang akan memberikan kesempatan pada tubuh
untuk menghilangkan bahan-bahan yang berlebihan dan memperbaiki kerusakan yang
terjadi karena kesalahan pengaturan makanan dalam waktu yang lama.
Apabila hal ini terjadi maka tubuh akan memberikan
respon dalam cara- cara khusus. Tindakan pertama yang dilakukan tubuh, apabila
diberi kesempatan, adalah membagkitkan panas demam. Jenis panas ini menyebabkan
terjadinya proses eliminasi yang sangat cepat (“penghancuran”) terhadap
bahan-bahan yang berlebihan, tanpa memperhatikan apa bentuk bahan tersebut.
Subtansi-subtansi itu kemudian diolah menjadi bentuk yang dapat dikeluarkan
oleh tubuh.
Pengeluaran ini terjadi pada satu (dan kadang-kadang
lebih) dari lima jalan, yang disebut lima macam bentuk krisis penyembuhan,
yaitu pendarahan pada hidung,
rasa ingin muntah, diare, pengeluaran keringat dan pengeluaran urine.Dengan mengatakan bahwa proses pengeluaran ini terjadi dalam krisis penyembuhan, maksudnya adalah bahwa tubuh mengeluarkan hasil-hasil sampingan yang berlebihan, seringkali berbahaya dan beracun, dari suatu pencernaan yang tidak normal dan kurang sempurna. Krisis penyembuhan dengan pengeluaran urine, tidak sama dengan pengeluaran.
rasa ingin muntah, diare, pengeluaran keringat dan pengeluaran urine.Dengan mengatakan bahwa proses pengeluaran ini terjadi dalam krisis penyembuhan, maksudnya adalah bahwa tubuh mengeluarkan hasil-hasil sampingan yang berlebihan, seringkali berbahaya dan beracun, dari suatu pencernaan yang tidak normal dan kurang sempurna. Krisis penyembuhan dengan pengeluaran urine, tidak sama dengan pengeluaran.
urine yang normal. Volume dan frekuensi pengeluaran
urine ini barang kali lima kali lebih tinggi atau bahkan lebih dari pada yang
normal selama beberapa jam. Suatu krisis penyembuhan melalui diare biasanya
terjadi dari lima belas kali pengeluaran kotoran atau lebih selama beberapa
jam.
Memang agak mengherankan, bahwa krisis-krisis
penyembuhan ini merupakan kejadian-kejadian ysang dianggap oleh para ahli
pengobatan dari barat sebagai gejala penyakit. Akibatnya, segala upaya yang
dilakukan untuk menahan dan mengakiri fungsi-fungsi pengeluaran yang normal ini
akan menghancurkan mekanisme pembentukan kesehatan yang paling efektif yang
terdapat dalam tubuh.
Bentuk-bentuk krisis penyembuhan seperti ini karena
selama berpuasa terutama bagi orang-orang yang sebelumnya belum pernah
mengerjakan puasa, satu atau beberapa krisis penyembuhan kemungkinan akan
terjadi setelah hari ketiga atau keempat (bahkan kadang-kadang dalam beberapa
jam). Sakit gejala yang terasa agak berat, barangkali sedikit kenaikan
temperatur tubuh atau demam, pengeluaran dan tanda-tanda sejenis
menunjukkanbahwa tubuh sedang bergerak dalam modus penyembuhan.
Apabila diare atau rasa ingin muntah mulai terjadi,
orang yang tidak mengetahui manfaat atau pengaruh pengaruh puasa barangkali
akan menyimpulkan bahwa dia telah terserang flu atau gangguan pernapasan, yang
akan menjadi semakin lemah bila berpuasaBanyak orang yang tak mampu menahan
rasa yang tidak enak dan kurang menyenangkan seperti ini, dan kemudian
mengguanakan bermacam-macam obat kimia, yang sayangnya akan menghilangkan
aktifitas penyembuihan tubuh. Hal ini barangkali akan cukup membantu seseorang
kembali bekerja, atau mendukungnya untuk melakukan fungsi-fungsi yang penting,
tetapi setelah bertahun-tahun terjadi penekanan terhadap proses pengeluaran,
maka bahan-bahan yang beracun akan masuk kedalam sistem, sehingga organ
mengalami kerusakan dan tak ada lagi harapan untuk mengobatinya. Kecuali dengan
cara-cara yang paling drastis. Sekalipun cara tersebut sangat sulit dan bahkan
agak mengerikan.
Diperlukan usaha dan sikap disiplin agar dapat
berhasil dalam melaksanakan puasa-puasa yang dianjurkan ini. Dianjurkan bagi
orang-orang yang belum berpengalaman untuk memulai puasa selama satu hari atau
setengah hari, dan secara bertahap melanjutkannya sampai tingkat pelaksanaan
yang diharapkan.
Ø Doa
Do’a adalah berhubungan dengan Tuhan, dengan segenap
hati kita, pikiran, tubuh, dan jiwa-memanggil, menginginkan dan mendekatkan
diri dengan Yang Tercinta. Selain memanggil Tuhan, kita menemukan harapan dan
ketakutan terdalam kita, dengan cara menelanjangi diri kita yang paling intim
kepada diri kita sendiri. Ketika kita mulai menyadari bahwa kita tidak
terpisahkan dari Tuhan, tapi baru dibawah ilusi perpisahan, kita akan merasakan
bahwa doa baru saja terjadi sepanjang hari. Dalam menemukan keilahian kita dan
Sang Ilahi, maka hiduplah secara sadar dalam “kehadiran-Nya yang selalu
mencinta”, kita akan menjadi anugrah bagi diri kita dan seluruh manusia.
D.Pendekatan zikir dan do’a
1. Do’a
Penelitian Terapi yang Menggunakan Doa Di San
Francisco, AS studi untuk mengetahui efektivitas doa dan zikir dilakukan
terhadap 393 pasien jantung. Responden dibagi dalam dua kelompok secara acak.Kelompok
pertama memperoleh terapi doa dan zikir, lainnya tidak. Hasilnya menunjukkan
bahwa mereka yang mendapatkan terapi doa hanya sedikit yang mengalami
komplikasi. Sementara pada kelompok yang tidak diberi terapi doa timbul
berbagai komplikasi.
Studi terhadap sekelompok orang
memperlihatkan bahwa doa secara positif mempengaruhi tekanan darah tinggi,
luka, serangan jantung, sakit kepala, dan kecemasan. Subyek‑subyek dalam studi
ini mencakup pula air, enzim, bakteri, jamur ragi, sel-sel darah merah, sel-sel
kanker, sel-sel pemacu, benih, tumbuhan, ganggang, larva, ngengat, tikus, dan
anak ayam; dan di antara proses‑proses yang telah dipengaruhi adalah proses
kegiatan enzim, laju pertumbuhan sel darah putih leukemia, laju mutasi bakteri,
pengecambahan dan laju pertumbuhan berbagai macam benih, laju penyumbatan sel
pemacu, laju penyembuhan luka, besarnya gondok dan tumor, waktu yang dibutuhkan
untuk bangun daripembiusan total, efek otonomi seperti kegiatan elektro-dermal
kulit, laju hemolisis sel‑sel darah merah, dan kadar hemoglobin.
perlu diingat bahwa akibat yang ditimbulkan
oleh doa tidak terpengaruh jarak. Apakah orang yang berdoa berada dekat atau
jauh dari dengan organisme (obyek) yang didoakan; penyembuhan dapat berlangsung
entah di tempat itu juga atau di tempat lain. Tak ada satupun yang nampaknya
sanggyp menghambat atau menghentikan doa. Bahkan walaupun "obyek "
yang didoakan itu ditempatkan di sebuah ruangan berlapis timah atau ruangan
yang tidak bisa ditembus berbagai macam energi gelombang elektromagnetik,‑ toh akibat
doa masih bisa menembus
Prof Dr. Zakiah Daradjat, pakar dan praktisi
konseling dan psikoterapi Islam, berpendapat bahwa doa dapat memberikan rasa
optimis, semangat hidup dan menghilangkan perasaan putus asa ketika seorang
menghadapi keadaan atau masalah-masalah yang kurang menyenangkan baginya. Dalam
hal ini dia menyatakan:
Dalam kehidupan manusia sehari-hari,
ditemukan aneka ragam cara menghadapi masalah atau keadaan yang kurang
menyenangkan. Ada orang yang mudah patah semangat, menyerah kepada keadaan,
kehilangan kemampuan untuk mengatasi kesulitan, bahkan menjadi putus asa dan murung.
Misalnya orangyang ditimpa suatu penyakit yang membahayakan, seperti penyakit
jantung, kanker, lever dan sebagainya. Orang yang lemah semangat hidupnya, akan
tenggelam dalam kesedihan, dan membayangkan kematian yang akan segera datang
menghampirinya, seolah-olah setiap saat nyawanya akan putus. Orang yang dulu
kuat bersemangat, kini menjadi lemah tak berdaya, sedih dan takut menghadapi
maut yang terasa mengintip-intip kesempatan untuk menerkam dirinya.
Obat dan nasihat dokter tidak dapat menolongnya dari perasaan duka, kecewa, takut bercampur penyesalan terhada perangai dan ulahnya di masa lalu, karena ia dulu kurang menjaga kesehatan, bahkan kadang‑kadang ia menyesali Allah kenapa tidak meliondunginya dari penyakit. Selanjutnya ketakutan menghadapi maut dihubungkannya dengan azab kubur, neraka dan segala siksa yang ditimpakan kepada orang berdosa di hari kiamat nanti.
Orang yang demikian sering dikatakan kehilangan semangat hidup. Keadaan kejiwaan seperti itu, menyebabkan dirinya menjadi murung, putus asa, sedih dan seolah-olah ia tidak mau berjuang menghadapi penyakitnya.
Obat dan nasihat dokter tidak dapat menolongnya dari perasaan duka, kecewa, takut bercampur penyesalan terhada perangai dan ulahnya di masa lalu, karena ia dulu kurang menjaga kesehatan, bahkan kadang‑kadang ia menyesali Allah kenapa tidak meliondunginya dari penyakit. Selanjutnya ketakutan menghadapi maut dihubungkannya dengan azab kubur, neraka dan segala siksa yang ditimpakan kepada orang berdosa di hari kiamat nanti.
Orang yang demikian sering dikatakan kehilangan semangat hidup. Keadaan kejiwaan seperti itu, menyebabkan dirinya menjadi murung, putus asa, sedih dan seolah-olah ia tidak mau berjuang menghadapi penyakitnya.
Bagi orang yang taat beribadah, dan selalu
merasa dekat kepada Allah S. W T do'a menjadi penunjang bagi semangat hidup
yang tiada taranya. Ia tidak akanpernah kehilangan semangat hidup, karena ia
yakin bahwa yang memberi hidup itu adalah Allah, dan tiada
penyakit yang dapat membunuh, jika Allah tidak izinkan, dan ia yakin bahwa tiada perangai manusia dan kekalu tan keadan yang membawa kiamat, bila Allah tidak menghendakinya Jadi do'a amat penting dalam kehidupan manusia, baik mereka yang terbelakang, maupun yang maju. Dan doa adalah penunjang semangat hidup yang amat penting.
penyakit yang dapat membunuh, jika Allah tidak izinkan, dan ia yakin bahwa tiada perangai manusia dan kekalu tan keadan yang membawa kiamat, bila Allah tidak menghendakinya Jadi do'a amat penting dalam kehidupan manusia, baik mereka yang terbelakang, maupun yang maju. Dan doa adalah penunjang semangat hidup yang amat penting.
D'oa memang penting bagi ketenteraman batin.
Dengan berdo'a kita memupuk rasa optimis di dalam diri, serta menjauhkan rasa
pesimis dan putus asa. Lebih dari itu semua, do'a mempunyai peranan penting
dalam penciptaan kesehatan mental dan semangat hidup. Do'a mempunyai makna
penyembuhan bagi stress dan gangguan kejiwaan. Doa juga mengandung manfaat
untuk pencegahan terhadap terjadinya kegoncangan jiwa dan gangguan kejiwaan.
Lebih dari itu, do'a mempunyai manfaat bagi pembinaan dan peningkatan semangat
hidup. Atau dengan kata lain, do'a mempunyai fungsi kuratif, preventif dan
konstruktif bagi kesehatan mental (Zakiah, 1992).
Di samping itu doa juga menimbulkan rasa
percaya diri (selfconfident) dan optimis (harapan kesembuhan). Ini. merupakan
dua. hal yang amat essensial bagi penyembuhan. suatu penyakit, disamping obat‑obatan
dan tindakan medis. Dalam hal ini dia menulis sebagai berikut:
Dipandang dari sudut kesehatan jiwa, doa dan
dzikir mengandung unsur psikoteraputik Yang mendalam. Pasikoreligius terapi
ini tidak kalah pentingnya dibandingkan denganpsikoterapipsikiatrik karena ia
mengandung kekuatan spirituallkerohanian Yang membangkitkan rasa percaya diri
dan rasa optimisme (harapan kesembuhan). Dua hal ini, yaitu rasa percaya diri
(self konfident) dan optimisme, merupakan dua hal Yang amat essensial
bagipenyembuhan suatu penyakit di samping obat‑obatan dan tindakan medis Yang
diberikan (Hawari, 1998: 8).
Menurut Ibrahim Muhammad Hasan al‑Jamal,
dengan berdoa orang akan merasakan kehadiran Allah SWT, kedamaian, ketenangan,
meninggikan spiritual, dan memperkuat motivasi yang positif disebutkan Dalam
bukunya Al‑Istisfa'bi ad Do'a sebagai berikut:
Mereka juga mengatakan, "Kalau kita melihat doa secara medis dan dampak positifnya terhadap jiwa, maka kita akan mengetahui bahwa doa sesungguhnya berfungsi untuk mempersiapkan seorang Mukmin yang selalu bisa merasakan kehadiran Yang Mahatinggi Lagi Mahakuasa di hadapannya. Sehingga dengan doanya dia akan merasa sedang melakukan kontak dengan Dzat Yang apabila menghendaki segala sesuatu hanya mengatakan, 'Jadilah (kamu) maka jadilah ia(kun fayakun). "Selain itu, dia akan dapat merasakan kedamaian dan ketenangan. Diajuga akan dapat merasakan betapa berharganya suatu kenikmatan ketika ia sudah tidak lagi mampu merasakan kenikmatan yang ada di dunia ini. Kesemuanya itu akan dapat memcu meningginya kekuatan nilainilai spiritualnya, memperkuat motivasinya dan menjadikan sebab segal ajenis penyaki tjiwa dan syaraf tidak menghinggapinya. "
Sungguh, ucapan adalah modal dasar pengobatan modern untuk menguatkan nilai‑nilai mentalpengidap penyakit kefiwaan. Sedangkan doa adalah sarana terpenting untuk itu. Hal itu disebab‑kan karena doa mampu memberikan ilham kepada jiwanya dan karenanyapendoa bisa memperoleh makanan sekaligus obat bagi roh danjiwanya. Selain ity, doa juga sebagai penguat dan pengokoh motivasinya yang positif Sehingga doa dapat menjadikan roh dan jiwa mampu mengalahkan segala apa yang menimbulkan dampak negative terhadapnya. Pada gilirannya nanti roh danjiwa tersebut tidak bisa ditembus oleh sifatputus asa dan tidakpula bisa dicengkram oleh sifat lemah (mudah patah semangat) (Al‑Jamal, 2003)
Mereka juga mengatakan, "Kalau kita melihat doa secara medis dan dampak positifnya terhadap jiwa, maka kita akan mengetahui bahwa doa sesungguhnya berfungsi untuk mempersiapkan seorang Mukmin yang selalu bisa merasakan kehadiran Yang Mahatinggi Lagi Mahakuasa di hadapannya. Sehingga dengan doanya dia akan merasa sedang melakukan kontak dengan Dzat Yang apabila menghendaki segala sesuatu hanya mengatakan, 'Jadilah (kamu) maka jadilah ia(kun fayakun). "Selain itu, dia akan dapat merasakan kedamaian dan ketenangan. Diajuga akan dapat merasakan betapa berharganya suatu kenikmatan ketika ia sudah tidak lagi mampu merasakan kenikmatan yang ada di dunia ini. Kesemuanya itu akan dapat memcu meningginya kekuatan nilainilai spiritualnya, memperkuat motivasinya dan menjadikan sebab segal ajenis penyaki tjiwa dan syaraf tidak menghinggapinya. "
Sungguh, ucapan adalah modal dasar pengobatan modern untuk menguatkan nilai‑nilai mentalpengidap penyakit kefiwaan. Sedangkan doa adalah sarana terpenting untuk itu. Hal itu disebab‑kan karena doa mampu memberikan ilham kepada jiwanya dan karenanyapendoa bisa memperoleh makanan sekaligus obat bagi roh danjiwanya. Selain ity, doa juga sebagai penguat dan pengokoh motivasinya yang positif Sehingga doa dapat menjadikan roh dan jiwa mampu mengalahkan segala apa yang menimbulkan dampak negative terhadapnya. Pada gilirannya nanti roh danjiwa tersebut tidak bisa ditembus oleh sifatputus asa dan tidakpula bisa dicengkram oleh sifat lemah (mudah patah semangat) (Al‑Jamal, 2003)
2.
Zikir
Kehidupan manusia di alam modern ini
manusia dilingkari dengan stress, yang dapat menimbulkan reaksi jiwa berupa
kecemasan, stress dan bahkan mencapai depresi. Bentuk reaksi jiwa ini pertanda
bahwa jiwa seseorang mengalami gangguan (labil), dan apabila berlangsung lama
dapat menimbulkan penderitaan batin yang bisa berwujud berbagai bentuk
psikosomatik dan neurosis. Kondisi ini akan berimbas pada redupnya motivasi
hidup dan harapan kehidupan di masa depan.
Penderita (klien) tersebut alam pikiran maupun
perasaan mengalami gangguan, ketidakstabilan, ketidaktenangan, bahkan goncangan
sehingga dapat mengganggu fungsi-fungsi organ tubuh klien.
Oleh karena itu, para ahli kesehatan
badan dan jiwa serta psikoterapis seperti Dr. Leon J. Soul, Dr. Yulius Hamian,
Dr. Abraham Mayerson mendasarkan pada praktik dan pengalaman sehari-harinya
menyimpulkan bahwa “Biang keladi penderitaan tersebut di atas terpusat pada
kondisi alam pikiran dan perasaan yang sedang labil negatif.” Lebih lanjut mereka
menyatakan bahwa untuk melakukan penyembuhan tidak lain dengan menciptakan
ketenangan, kedamaian, penetralisiran alam pikiran dan perasaannya terlebih
dahulu.
Usaha psikoterapi dari sudut keagamaan dapat
dianjurkan mengingat mayoritas pasien atau klien yang mengalami penderitaan
batin akibat depresi adalah orang-orang Islam. Dalam al-Quran dan Hadis dan
para pemikir Islam memberikan tuntutan bagaimana agar dalam mengarungi
kehidupan ini bebas dari rasa cemas, tegang, konflik, stress maupun depresi, di
antaranya dengan memperbanyak zikir dan doa kepada Allah sebagai Yang Maha
Penyembuh.
Fatwa Majelis Perkembangan Kesehatan
dan Syara’ Departemen Kesehatan RI tentang Sumpah Dokter dan Susila Kedokteran
ditinjau dari sisi hukum Islam dalam kutipan Aulia menyatakan “Hendaklah dokter
itu mempunyai pengetahuan tentang penyakit pikiran dan jiwa serta obatnya, itu
adalah menjadi pokok yang utama dalam mengobati badan manusia. Di antara
obat-obat yang sebaik-baiknya untuk suatu penyakit adalah berbuat amal kebajikan,
berzikir, berdoa serta memohon dan mendekatkan diri kepada Allah dan bertaubat.
Semua ini mempunyai pengaruh yang lebih besar daripada obat-obat biasa untuk
menolak penyakit (penderitaan) dan mendatangkan kesembuhan. Tetapi, semua
menurut kadar kesediaan penerimaan batin serta kepercayaannya akan obat
kebatinan itu dan manfaatnya”.
a. Pandangan Ulama
Menurut ulama kondang Ibnu Qayyim
al-Jauziyah, Muhammad Shalih bahwa zikir itu adalah makanan pokok bagi hati dan
ruh. Apabila hamba Allah gersang dari siraman zikir, maka jadilah ia bagai
tubuh yang terhalang untuk memperoleh makanan pokoknya.
Pernyataan tersebut mengindikasikan
betapa perlunya seorang mukmin selalu berzikir kepada Allah dalam kondisi
apapun agar terpenuhi kebutuhan fundamentalnya sehingga hati dan ruh menjadi
segar, sehat dan tenang. Selanjutnya juga dinyatakan bahwa “Zikir itu merupakan
sesuatu yang diridhai oleh Allah, menjauhkan diri dari setan, mengikis
kesedihan, kesusahan, mendatangkan rezeki, membuka pintu ma’rifah, merupakan
tanaman surga, menghindarkan perkataan yang tergelincir, cermin ketaatan,
menghidupkan jiwa dan mengobati lemah iman”.
Dengan demikian menurut Imam Husain
Azhahiri bahwa “Seseorang di dalam mempertahankan kehidupannya harus memiliki
tingkatan keimanan qolbi, seseorang yang memiliki keimanan qolbi akan
senantiasa berzikir mengingat Allah dalam situasi apapun dan yakin hanya
Allah-lah sebagai pelindung segala kehidupannya. Orang yang memiliki keimanan
qolbi akan memiliki kekuatan untuk menghilangkan ketakutan, kesedihan,
kecemasan, stress, depresi karena ruhnya tidak ada lagi rasa takut terhadap
masa depannya”.
Dari pandangan para ulama tersebut
menunjukkan bahwa kegiatan zikir dan doa tidak hanya berdampak pada pembangun
akhirat saja, melainkan juga pada pembentukan kualitas umat lahir maupun batin
selama menjalani tugas hidup dalam kehidupan ini.
b. Pandangan Para Ahli Kedokteran Jiwa dan Kesehatan
Mental
Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari
menyatakan bahwa “Zikir dan Doa dari sudut pandang ilmu kedokteran jiwa atau
kesehatan mental merupakan terapi psikiatrik, setingkat lebih tinggi daripada
psikoterapi biasa. Hal ini dikarenakan zikir dan doa mengandung unsur spiritual
keruhanian, keagamaan, yang dapat membangkitkan harapan dan percaya diri pada
diri klien atau penderita, yang pada gilirannya kekebalan tubuh dan kekuatan
psikis meningkat sehingga mempercepat proses penyembuhan”.
Dalam hal ini, tentu terapinya juga
disertai dengan obat dan tindakan medis lainnya tanpa harus mengabaikannya.
Dengan demikian, menunjukkan bahwa terapi medis disertai zikir dan doa
merupakan pendekatan holistik di dunia kedokteran modern pada saat ini.
Taufiq Pasiak sebagai seorang ahli
kedokteran dan agamawan juga menyatakan bahwa dalam makna sempit zikir
dimaksudkan untuk menyebut nama Allah secara berulang-ulang. Bila kegiatan ini
dilakukan secara serius, sangat efektif sebagai pereda ketegangan dan
kecemasan.
Dr. Ralp Snyderman Dekan Fakultas
Kedokteran Universitas Duke menyatakan, bahwa dalam perawatan kesehatan, ilmu
pengetahuan tanpa keruhanian, keimanan, keagamaan (zikir dan doa) tidaklah
efektif, artinya terapi medis dan zikir serta doa mesti dilakukan bersama-sama.
Dalam hal ini D.B. Larson dalam
kutipan Dadang Hawari menggaris-bawahi bahwa “Komitmen seseorang terhadap
agamanya amat penting dalam pencegahan agar seseorang tidak jatuh sakit,
meningkatkan kemampuan seseorang dalam mengatasi penderitaan bila seseorang
sedang sakit serta mempercepat penyembuhan selain terapi medis yang diberikan”.
Dari penjelasan di atas menunjukkan
bahwa dari sudut pandang kesehatan jiwa, doa dan zikir mengandung unsur
Psikoterapeutik yang ampuh dan mendalam. Psikoreligius ini tidak kalah
pentingnya dibandingkan dengan psikoterapi psikiatrik karena ia mengandung
kekuatan spiritual, keruhanian yang membangkitkan rasa percaya diri dan optimis
mendalam bagi kesembuhan diri. Kedua hal inilah yang merupakan esensi bagi
penyembuhan suatu penderitaan batin baik stress, kecemasan maupun depresi.
c. Hasil Penelitian
Suatu studi yang dilakukan Lin Deu
Hal (1970) dan Star (1970) menunjukkan bahwa penduduk yang religius, taat
beribadah, berdoa, dan zikir kemungkinan mengalami stress, kecemasan, depresi
jauh lebih kecil dibandingkan yang non-religius.
Kemudian hasil penelitian Herbert
Benson sebagaimana dikutip Taufiq Pasiak, “Menunjukkan bahwa kata-kata zikir
itu dapat menjadi salah satu frasa fokus (kata-kata yang menjadi titik fokus
perhatian) dalam proses penyembuhan diri klien dari kecemasan, ketakutan bahkan
dari keluhan fisik seperti sakit kepala, nyeri dada dan hipertensi. Apalagi
jika frasa fokus tersebut dikombinasikan dengan respon relaksasi dalam diri
dapat menghambat kerja sistem syaraf simpatis yang mengatur kecepatan denyut
jantung, pernapasan dan metabolisme individu (klien) yang berzikir”.
Cancerellano, Larson dan Wilson
(1982) telah melakukan penelitian terhadap pasien/klien yang mengalami gangguan
jiwa (neurosis, psikosomatik, psikosis) hasilnya menunjukkan bahwa setelah
mereka diikutsertakan dalam kegiatan keagamaan seperti zikir dan doa di samping
terapi medis, hasilnya ternyata jauh lebih baik.
Comstock dan kawan-kawan (1972) juga
melakukan penelitian yang hasilnya menunjukkan bahwa, “Bagi mereka yang
melakukan kegiatan keagamaan secara teratur disertai dengan zikir dan doa
ternyata resiko kematian akibat penyakit jantung koroner, paru-paru, hepatitis,
bunuh diri jauh lebih rendah.”
Pada tahun 1989 Larson dan
kawan-kawan melakukan suatu penelitian khusus terhadap pasien/klien hipertensi,
diperoleh kenyataan bahwa kelompok yang rajin melakukan kegiatan keagamaan
seperti zikir dan doa dapat mencegah dan menetralisir hipertensi, begitu juga
penelitian Levin dan Van Der Pool terhadap penderita penyakit jantung dan
pembuluh darah hasilnya juga sama.
BAB III
PENUTUP
A.kesimpulan
Secara umum psikoterapi bertujuan untuk meningkatkan
kemampuan seseorang baik itu emosi, mental, pengetahuan dan pemahaman diri dan
perubahan tingkah laku. Maka psikoterapi Islampun secara umum bertujuan
mengeksploitasi diri dan memahami diri sebagai makhluk berkepribadian, sebagai
makhluk bersosial dan sebagai makhluk yang menghambakan diri kepada Allah SWT.,
sehingga akan terjadi perubahan tingkah laku yakni kondisi psikis yang
tercermin dalam sikap yang sehat dan dinamis menuju kepada ketenangan,
ketentraman dan kebahagian dalam kesehaatan sesuai dengan nilai-nilai ajaran
Islam sebagai upaya meraih Ridha Allah SWT
Islam adalah
syariat lahir atau fiqih (paham) yang tertulis dalam Al Qur’an dan Hadis, yang
wajib diamalkan oleh umat islam sebagaimana yang diajarkan dan dicontohkan
Rasullah SAW kepada para sahabat lalu diturunkan kepada tabi’in lalu ditunkan
kepada tabi’ut tabi’in hingga sampai kepada kita secara turun-temurunn.realisasi
motode islam ini dapat membentuk kepribadian muslim yang mendorong seseorang
untuk hidup bersih, suci dan dapat menyesuaikan dari dalam setiap kondisi, yang
mana kondisi ini merupakan syarat mutlak bagi terciptanya kesehatan mental.
Dari
berbagai pendekatan dalam terpi islam yang telah dipaparkan di atas, bahwasanya
,ibadah yang kita lakukan sehari-hari dalam agama kita islam,merupakan sebuah
terapi yang sangat murah untuk meningkatkatkan kesehatan ,baik dari jiwa maupu
raga.untu itu marilah kita selalu meningkastkan kualita ibadah kita ,karena
dari ibadalah permasalahan–permasalahan dari jwa dan raga ,insyaAllah dapat
diatasi .
Daftar Pustaka
Ahmad
Najib Burhani, Manusia Modern Mendamba
Allah, Renungan Tasawuf Positif, (Jakarta : Mizan Media Utama, 2002)
Jalaluddin,
Psikologi Agama, Edisi Revisi,
(Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2000)
M.
Utsman Najati, Al-Qur’an wa al-Nafs, diterjemahkan oleh : Rof’i Usmani Dengan
Judul : Al-Qur’an dan Ilmu Jiwa,
(Bandung : Pustaka, 1997)
Amir
Annajar, “Ilmu Jiwa Dalam Tasawuf: ”Studi
Komparatif Dengan Ilmu Jiwa Kontemporer”, (Jakarta: Pustaka Azan, 2002)
K. Permadi, Iman & Takwa Menurut Alqur’an,
(Jakarta: PT RINEKA CIPTA, 1995)
Badri, Malik. Tafakur: Perspektif Psikologi Islam,
(Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1996)
Daradjat, Zakiah. Islam dan Kesehatan Mental,
(Jakarta: PT Gunung Agung, 1986).
Situs
Web;
http// ahmadaziez blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar