Dalam
Islam, sebagaimana yang diyakini oleh para sufi, dinyatakan bahwa
penyakit itu datangnya dari Allah. Para sufi percaya bahwa kesembuhan
juga datang dari Allah, penyembuh (dokter / tabib) adalah seseorang yang
menjadi perantara antara Allah dan pasien. Diyakini bahwa seorang
syaikh berada pada posisi yang tinggi dan dianggap mempunyai barakah
dari sisi Allah. Seorang syaikh bisa membuat saluran terbuka antara
Tuhan dan dunia, dan barakah mengalir melalui saluran ini. Dengan
mengadakan kontak terhadap wali baik yang masih hidup atau sudah mati,
seseorang menjadi lebih dekat dengan Allah. Barakah inilah yang dianggap
sebagai obat dari segala penyakit.[17] Meskipun mereka juga menggunakan
media lain sebagai metode pengobatan seperti makanan/herbal, diet,
pijatan dan lain-lain.
Islam yang bersumber pada al-Qur’an dan
hadist nabi Muhammad SAW., serta didukung oleh khasanah pemikiran dan
peradaban Islam dalam dirinya mengandung fungsi terapi. Untuk itu
menjadi beralasan untuk mewujudkan terapi Islami.[18]
Termasuk
dalam pendekatan psikoterapi Islami adalah psikoterapi yang berorientasi
mistik-spiritual (bisa disebut Psikoterapi Sufi). Psikoterapi Islam
(Psikoterapi Sufi) adalah proses pengobatan dan penyembuhan suatu
penyakit, apakah mental, spiritual, moral maupun fisik dengan melalui
bimbingan Al Qur’an dan As sunnah nabi Muhammad SAW. Atau secara empirik
adalah melalui bimbingan dan pengajaran Allah SWT,
malaikat-malaikat-Nya, Nabi dan Rasul-Nya atau ahli waris para Nabi-Nya.
Healing The Body Through Healing The Heart , the heart/body relationship
The
body is a manifestation of the heart. It will and does follow the
heart. Heal your heart and your body will (gratefully) follow.
Guaranteed! This is the heart/body relationship[19]. Ada hadis yang bisa
dihubungkan dengan pernyataan Ali Ansari di atas, yakni:
" إن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله ، و إذا فسدت فسد الجسد كله ألا و هي القلب " ( متفق عليه)
Ibadah
Dzikir
Dzikir,
kalimat sufi, secara harfiah berarti mengingat. Lagu pengingat, atau
lagu cinta menyatukan diri kita dengan asal-usul kita yang tak terbatas.
Profesor Angha menggambarkan dzikir sebagai langkah pertama dalam
mencinta. Bila kita mencinta seseorang, kita terus-menerus
memikirkannya, mengingatnya, dan mengulangi namanya. Umumnya, para sufi
mengulangi kalimat tauhid, seperti la ilaha illa Allah (tiada Tuhan
selain Allah) atau Allah Hu (Dialah Yang). Kaimat-kalimat ini diulang
terus-menerus dalam nada musikal yang bervariasi.
Dzikir dipimpin
oleh seorang pelantun yang biasanya melantunkan puisi yang ditulis oleh
orang-orang bijak atau pemimpin spiritual dan para pengikutnya
bergabung dibagian paduan suara. Lagu-lagu ini diiringi oleh gerakan
tubuh dalam simbol infinitas. Bila dzikir terus dilakukan, maka akan
tercipta medan elektromagnetik yang kuat dengan penggabungan suara,
gerak, dan niat (mengingat yang tercinta), semua berkonsentrasi dalam
hati. Gerakan tak terbatas dalam hati dan tubuh bergabung selaras dengan
gerakan bumi, sistem matahari, galaksi, dan seluruh alam kosmis. Dzikir
adalah pintu gerbang menuju batas waktu dan ruang menuju dunia yang
lebih tinggi. Lagu mengingat ini adalah amalan sufi yang telah
dipraktekkan lebih dari 1400 tahun.
متى وردت الواردات الإلهية إليك هدمت العوائد عليك، إن الملوك إذا دخلوا قرية أفسدوها.[20]
34. Dia berkata: "Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki
suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya
yang mulia Jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat.
الوارد يأتي من حضرة قهار، لأجل ذلك لا يصادمه شيء إلا دمغه[22]
ö@t/ ß$É‹ø)tR Èd,ptø:$$Î/ ’n?tã È@ÏÜ»t7ø9$# ¼çmäótBô‰uŠsù #sŒÎ*sù uqèd ×,Ïd#y— 4 ÇÊÑÈ [23]
18.
Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak
itu menghancurkannya, Maka dengan serta merta yang batil itu lenyap.
ö@è%ur uä!%y` ‘,ysø9$# t,ydy—ur ã@ÏÜ»t6ø9$# 4 ¨bÎ) Ÿ@ÏÜ»t7ø9$# tb%x. $]%qèdy— ÇÑÊÈ
81.
dan Katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap".
Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.
Tafakkur
Sikap
hidup kita sebelum ada pikiran, perkataan, dan perbuatan adalah diam.
Menenangkan pikiran, merilekskan tubuh dan mencapai pemahaman spiritual
dapat diperoleh melalui praktek-praktek konsentrasi dan meditasi yang
dapat dilakukan secara mandiri. Tehnik-tehnik ini mengembangkan pola
perilaku tidak sadar yang menghasilkan efek-efek positif yang
berpengaruh luas pada fungsi-fungsi psikologis maupun fisiologis. Proses
penyembuhan adalah penemuan kembali dan penghadiran sumber Ilahi dalam
diri, yang merupakan esensi kemanusiaan kita, sumber kebijakan penuh
inspirasi, cinta yang menyembuhkan, dan kreatifitas kita yang paling
hebat. Kita semua menyadari kehadiran dalam sesuatu yang lebih besar
dari diri kita sehari-hari. Masing-masing diri kita menangkap
pandangannya meskipun hanya sepintas. Praktek konsentrasi dan meditasi
sufi memungkinkan kita untuk membangun hubungan dan menyambungkan
kembali diri pada Sumber segala kehidupan.
Meditasi memungkinkan
kita berkelana dalam diri untuk bercermin pada identitas sejati kita dan
belajar tentang tujuan atau misi kita. Meditasi adalah cara kita
mempelajari dan mengembalikan tubuh, mental dan emosional kita dan
menemukan diri kita yang sebenarnya. Agar mencapai kemajuan, kita perlu
belajar diam dan membiarkan pikiran kita mendengarkan dan menyerap.
Kecuali kita menemukan cara bergerak melampaui batas sehari-hari, kita
akan terus terjebak dalam batasan pengalaman fisik dan indera kita.
Meditasi
adalah jalan menuju kebebasan. Dengan praktek teratur, kita dapat
belajar untuk memanifestasikan anugerah kita yang sejati dan merangkul
spiritualitas kita dalam kehidupan sehari-hari. Sejak meditasi menjadi
mainstream ditahun sembilan puluhan, ilmu ini semakin dikenal sebagai
perangkat untuk memperbaiki kesehatan fisik, mental, emosional, juga
spiritual. Beberapa praktek dan latihan mendalam yang dialami manusia
adalah:
1. Mengurangi stres.
2. Merasa lebih damai dan harmonis.
3. Memiliki energi yang lebih besar dan vitalitas yang lebih baru.
4. Keseimbangan mental dan emosional.
5. Melepaskan ketegangan dan relaksasi.
6. Berfungsi lebih efektif.
7. Menjadi pusat dan stabil.
8. Peningkatan spiritual.
9. Penyembuhan pikiran/tubuh/jiwa.
Kedamaian
tidak akan bisa ditemukan di luar tubuh kita. Kedamaian akan ditemukan
saat kita belajar mengendalikan tubuh fisik, mental, dan emosional kita.
Kita hanya perlu belajar untuk tenang, biarkan pikiran kita
mendengarkan dan menyerap. Penemuan terbesar kita diperoreh dengan
menghentikan apa yang sedang kita lakukan dan belajar untuk duduk tenang
dan diam. Kita belajar untuk menjadi “human beings”dan bukan hanya
“human doings.
لا شيء أنفع للقلب من عزلة مصحوبة بفكرة، لأن العزلة
كالحِمْية، والفكرة كالدواء، فلا ينفع الدواء بغير حمية، ولا فائدة في
الحمية من غير دواء، فلا خير في عزلة لا فكرة فيها ولا نهوض بفكرة لا عزلة
معها، إذ المقصود من العزلة هو تفريغ القلب، والمقصود من التفرغ هو جَولاَن
القلب واشتغال الفكرة، والمقصود من اشتغال الفكرة تحصيل العلم وتمكنه من
القلب، وتمكن العلم بالله من القلب هو دواؤه وغاية صحته، وهو الذي سماه
الله القلب السليم، قال الله تعالى في شأن القيامة: يومَ لا ينفَعُ مالٌ
ولا يَنونَ إلا مَنْ أتى اللهَ بقلبٍ سليمٍ أى صحيح. وقد قالوا: إن القلب
كالمعدة إذا قويت عليها الأخلاط مرضت ولا ينفعها إلا الحمية، وهى قلة
موادها ومنعها من كثرة الأخلاط. وفى الحديث: ((المعدة بيت الداء، والحمية
رأس الدواء)).
Shalat
Hazrat Inayat Khan telah mengatakan,
“seorang yang tidak pernah melaksanakan shalat tidaklah memiliki harapan
akan perkembangan jalan-jalan yang lainnya, karena setiap postur dalam
shalat memiliki suatu makna yang indah dan pengaruh tertentu … shalat
ini diperintahkan sebelum meneruskan pengajaran sakral berikutnya. Jika
ia gagal mengembangkannya, maka tidak ada harapan baginya akan masa
depan”.
Shalat dikerjakan dengan melakukan posisi tubuh yang
berbeda-beda dan membaca beberapa ayat al-Qur’an pada setiap postur. Dan
pada postur-postur ini akan diberikan penjelasan mengenai manfaatnya
masing-masing.
Postur Pertama, yaitu postur niat. Pada postur ini
kita mengangkat kedua tangan terbuka keatas sampai telinga, dan
letakkan ibu jari dibawah daun telinga sambil mengucapkan Allahu Akbar.
Pengaruhpengaruh yang menguntungkan yaitu tubuh terasa ringan karena
berat badan terbagi pad kedua kaki. Luruskan bagian punggung untuk
memperbaiki postur. Pikiran berada dalam keadaan terkendali. Pandangan
lurus dengan berpusat pada lantai tempat kepala menyentuh permukaan
lantai. Otot-otot punggung sebelah atas dan sebelah bawah dalam keadaan
kendur, pusat otak atas dan bawah menyatu untuk membentuk kesatuan
tujuan.
Postur Kedua, yaitu postur Qiyam. Kita meletakkan tangan
dibawah pusar, tangan kanan berada diatas tangan kiri kemudian membaca
surat al- Fathehah dan surat Qur’an lainnya. Pengaruh-pengaruh yang
menguntungkan dalam postur ini yaitu; konsentrasi penuh, menyebabkan
relaksasi pada kaki dan punggung menggerakkan perasaan rendah hati,
kesederhanaan dan ketaatan. Pada pembacaan ayat diatas, seluruh bunyi
diucapkan dalam bahasa Arab, yang akan memacu penyebaran seluruh
sifat-sifat Allah yang Agung akan derajat yang terkendali secara
sempurna di seluruh tubuh, pikiran dan jiwa. Getaran suara vokal panjang
a, i dan u akan memacu hati, kelenjar pireal, kelenjar pituitary,
kelenjar adreanalin dan pari-paru, serta akan membersihkan dan
meningkatkan fungsi seluruh bagian itu.
Postur Ketiga, yaitu
postur Ruku’. Pengaruh pengaruh yang menguntungkan; merenggangkan
otot-otot punggung sebelah bawah, otot paha serta otot betis secara
penuh. Darah akan terpompa keatas tubuh. Menekan otot lambung, perut dan
ginjal. Postur ini akan meningkatkan kepribadian, menggerakkan kasih
sayang dan keharmonisan pada bagian sebelah dalam.
Postur
Keempat, yaitu postur Qauna. Pengaruh-pengaruh yang menguntungkan
adalah; darah yang segar tergerak keatas kedalam tubuh pada postur
sebelumnya kembali pada keadaannya semula, yang akan mengeluarkan
toksin, tubuh akan mengalami relaksasi dan melepaskan semua ketegangan.
Postur
Kelima, yaitu postur Sujud. Pengaruh-pengaruh yang menguntungkan
adalah; lutut yang membentuk sudut yang tepat akan memungkinkan
otot-otot lambung berkembang dan mencegah timbulnya kekenduran pada
sekat rongga badan. Meningkatkan aliran darah kedalam bagian tubuh
sebelah atas, terutama kepala (termasuk mata, telinga, dan hidung) dan
paru-paru, memungkinkan toksin-toksin dagu dapat dibersihkan oleh darah.
Mempertahankan posisi tetus yang tepat pada wanita yang sedang hamil.
Mengurangi tekannan darah yang tinggi, meningkatkan aktifitas
persendian, menghilangkan egoisme dan kesombongan. Meningkatklan
kesabaran dan keyakinan kepada Allah SWT. meningkatkan tahap perhentian
spiritual dan menghasilkan energi psikis yang tinggi di seluruh tubuh.
Postur penyerahan dan kemurahan hati yang tinggi ini merupakan esensi
ibadah.
Postur keenam, adalah Qu’ud. Pengaruh-pengaruh yang
menguntungkan adalah; bagi laki-laki tumit kaki kanan mengerut dan berat
kaki serta bagian tubuh berada pada tumit tersebut. Posisi ini membantu
pengeluaran zat racun dari liver dan memacu gerak peristaltik pada usus
besar. Bagi perempuan pertahankan kedua kaki di bawah badannya, telapak
kaki menghadap keatas. Tubuh akan kembali mengalami relaksasi yang
sama, dan postur ini membantu pencernaan dengan menggerakkan isi perut
kearah bawah.
One of the most obvious correspondences between
Islam and hatha yoga is the resemblance of salât to the physical
exercises of yoga âsanas. An Indian Muslim author, Ashraf F. Nizami,
noted this in his book Namaz, the Yoga of Islam (Bombay: D.B.
Taraporevala, 1977).
Al-Quran
Al-Quran sebagai sarana
pengobatan sudah termasyhur di kalangan orang Islam, diantara nama-nama
lain dari Surah al-Fatihah adalah al-Shifa’ dan al-Ruqyah[24].
"Kalimat
Allah, yaitu ayat-ayat Al Qur'an, mengandung tenaga tak terhingga,
tenaga nuklir pun belum apa-apa dibandingkan dengan tenaga llahi ini.
Kebesaran dari pada Kalimat-kalimat Allah itu, untuk menyambut dan
menghancurkan sekaligus, akan ancaman-ancaman bahaya maut bagi umat
manusia seperti tersebut di atas! Kalau bukit-bukit dapat dilebur oleh
ayat Al Hasyr 21. Dan kalau bukit-bukit dapat dibelah dengan ayat Ar
Ra'du 31, pasti apa saja bisa dilebur oleh Kalimah-kalimah Allah yang
Maha Agung, termasuk senjata-senjata atom dan nuklir dari negara-negara
super power, sehingga bahaya 'kalimat' yang didatangkan oleh tenaga atom
dan nuklir dapat dimusnahkan sama sekali…"[25]
juga Al Quranul
Karim dan Kalimah Allah dapat menghancurkan segala macam penyakit yang
berat-berat termasuk kanker dan AIDS sesuai dengan QS. Al Israa' ayat
82:
ãAÍi”t\çRur z`ÏB Èb#uäöà)ø9$# $tB uqèd Öä!$xÿÏ© ×puH÷qu‘ur tûüÏZÏB÷sßJù=Ïj9 Ÿwur ߉ƒÌ“tƒ tûüÏJÎ=»©à9$# žwÎ) #Y‘$|¡yz ÇÑËÈ
82.
dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat
bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada
orang-orang yang zalim selain kerugian.
Praktek menggunakan ayat
al-Quran untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit juga dilakukan oleh
Muhammad Zuhri, seorang guru sufi, dia bertindak sebagai konselor sebuah
yayasan “Barzakh Fondation” yang berlokasi di Jakarta, sebuah yayasan
non profit yang memberikan pelayanan gratis terhadap pengidap HIV/AIDS,
kanker, sakit jiwa, luekemia, impontensi dll. Terkadang pasien diberikan
wifiq (potongan kertas yang berisi ayat-ayat Quran) dengan disertai
tata cara penggunaannya.
Ayat Al-Qur’an sebagai bentuk lahiriah
Al-Qur’an, ditulis dengan huruf Arab, dimana huruf ini bisa sebagai
penyembuhan penyakit, dengan cara menulis huruf Al-Qur’an di dalam
secarik kertas dan disuarakan dengan do’a bisa ditempelkan pada tubuh
yang sakit, atau ayat Al-Qur’an ditulis pada gelas lalu dihilangkan
dengan air, airnya diminum sebagai obat.[26]
Pernafasan (Membaca Al-Quran)
The
spiritual importance of breath is a part of Islam's teachings. Hazrat
Inayat Khan writes on the subject of Islamic purification: "Man's health
and inspiration both depend on purity of breath, and to preserve this
purity the nostrils and all the tubes of the breath must be kept clear.
They can be kept clear by proper breathing and proper ablutions. If one
cleanses the nostrils twice or oftener it is not too much, for a Moslem
is taught to make this ablution five times, before each prayer."
According to Hakim G. M. Chishti in The Book of Sufi Healing, "Life,
from its beginning to end, is one continuous set of breathing practices.
The Holy Qur’an, in addition to all else it may be, is a set of
breathing practices."[27]
Membaca al-Qur’an bisa mengatur nafas, dalam alam pernafasan, memiliki hubungan penting bagi kesehatan yaitu:
1. Nafas adalah agen yang mengemban izin Allah.
2. Nafas berkewajiban untuk menyampaikan sifat-sifat Allah dari jantung ke berbagai pusat pikiran, tubuh dari jiwa.
3. Nafas menciptakan keseimbangan dan keselarasan dari temperamen-temperamen tubuh.
4. Nafas membawa unsur-unsur penunjang hidup dari bagian luar tubuh ke fungsi-fungsi fisiologi bagian dalam.
Nafas
tidak sama dengan udara dan oksigen nafas berasal dari Allah, nafas
berfungsi untuk memompa paru-paru dan jantung. Sehingga pada aliran
darah, dari pernafasan akan timbul vokal atau suara yang membawa
al-Qur’an dari bacaan al-Qur’an itu, dan ayat yang ada dalam al-Qur’an
dapat sebagai penyembuhan bila dibaca berulang-ulang tanpa putus-putus.
Spiritualists
have formulated various rules and methods for breathing exercises which
if practiced regularly benefit a lot spiritually and physically. Waves
of health and energy too enter the body through respiration. If it is
imagined when one is sitting in the open (hat'waves of energy and health
are entering in his body with every inhale and are absorbed in the body
then in fact it starts happening so. Certain breathing exercises purify
the blood and accelerate the blood circulation, give boost to mental
faculties and cool down the emotional excitement. One can cure almost
any disease of one's self through the breathing exercises. Gastric
problems, stomach and intestinal ulcers, constipation, kidney's stones,
headache, epilepsy and other mental disorders, Ophthalmic ailments etc.
etc. can be cured with the breathing exercises. Flu and colds, ailments
of chest, throat and nose are automatically cured when the breathing
exercises are performed punctually according to the curative methods. It
has also been observed that people who had adopted any particular
breathing exercise as a routine of their life stay fresh and cheerful
like the youths even in their sixties and seventies. They are seldom
found depressed or worried and their skin too remains wrinkleless even
in the last stages of their life.[28]
Puasa
Puasa
merupakan bentuk penyembuhan alamiah yang paling lama dikenal manusia.
Metode yang dilakukan berkisar dan tidak memakan suatu jenis makanan
tertentu selama periode waktu tertentu yang tidak begitu lama, sampai
dengan pantangan secara total terhadap suatu jenis makanan dan minuman
selama periode waktu yang lama. Sebagian besar orang barat juga
melakukan puasa untuk membersihkan tubuh dan meningkatkan kesehatan
namun demikian puasa tersebut tidak dengan tujuan (niat yang tepat),
yang kita memulai puasa dengan niat tersebut. Para sufi barangkali
banyak memilih pengalaman daripada kelompok lain dalam hal mengerjakan
puasa dengan durasi yang berbeda-beda.
Para sufi tidak sekedar
mengerjakan prosedur fisik yang berhubungan dengan kesehatan sebagai
alasan utamanya, melainkan untuk mendapatkan keridhoan Allah Yang Maha
Tinggi. Penyakit seringkali bersumber dari pencernaan nutrien ynag tidak
sempurna dalam satu atu beberapa tahap pencernaan selama puasa
aktivitas yang biasanya dilakukan selama pencernaan makanan menjadi
semakin berkurang, yang akan memberikan kesempatan pada tubuh untuk
menghilangkan bahan-bahan yang berlebihan dan memperbaiki kerusakan yang
terjadi karena kesalahan pengaturan makanan dalam waktu yang lama.
Apabila
hal ini terjadi maka tubuh akan memberikan respon dalam cara- cara
khusus. Tindakan pertama yang dilakukan tubuh, apabila diberi
kesempatan, adalah membagkitkan panas demam. Jenis panas ini menyebabkan
terjadinya proses eliminasi yang sangat cepat (“penghancuran”) terhadap
bahan-bahan yang berlebihan, tanpa memperhatikan apa bentuk bahan
tersebut. Subtansi-subtansi itu kemudian diolah menjadi bentuk yang
dapat dikeluarkan oleh tubuh. Pengeluaran ini terjadi pada satu (dan
kadang-kadang lebih) dari lima jalan, yang disebut lima macam bentuk
krisis penyembuhan, yaitu pendarahan pada hidung,
rasa ingin muntah, diare, pengeluaran keringat dan pengeluaran urine.
Dengan
mengatakan bahwa proses pengeluaran ini terjadi dalam krisis
penyembuhan, maksudnya adalah bahwa tubuh mengeluarkan hasil-hasil
sampingan yang berlebihan, seringkali berbahaya dan beracun, dari suatu
pencernaan yang tidak normal dan kurang sempurna. Krisis penyembuhan
dengan pengeluaran urine, tidak sama dengan pengeluaran
urine
yang normal. Volume dan frekuensi pengeluaran urine ini barang kali lima
kali lebih tinggi atau bahkan lebih dari pada yang normal selama
beberapa jam. Suatu krisis penyembuhan melalui diare biasanya terjadi
dari lima belas kali pengeluaran kotoran atau lebih selama beberapa jam.
Memang
agak mengherankan, bahwa krisis-krisis penyembuhan ini merupakan
kejadian-kejadian ysang dianggap oleh para ahli pengobatan dari barat
sebagai gejala penyakit. Akibatnya, segala upaya yang dilakukan untuk
menahan dan mengakiri fungsi-fungsi pengeluaran yang normal ini akan
menghancurkan mekanisme pembentukan kesehatan yang paling efektif yang
terdapat dalam tubuh.
Bentuk-bentuk krisis penyembuhan seperti
ini karena selama berpuasa terutama bagi orang-orang yang sebelumnya
belum pernah mengerjakan puasa, satu atau beberapa krisis penyembuhan
kemungkinan akan terjadi setelah hari ketiga atau keempat (bahkan
kadang-kadang dalam beberapa jam). Sakit gejala yang terasa agak berat,
barangkali sedikit kenaikan temperatur tubuh atau demam, pengeluaran dan
tanda-tanda sejenis menunjukkanbahwa tubuh sedang bergerak dalam modus
penyembuhan. Apabila diare atau rasa ingin muntah mulai terjadi, orang
yang tidak mengetahui manfaat atau pengaruh pengaruh puasa barangkali
akan menyimpulkan bahwa dia telah terserang flu atau gangguan pernapasan, yang akan menjadi semakin lemah bila berpuasa.
Banyak
orang yang tak mampu menahan rasa yang tidak enak dan kurang
menyenangkan seperti ini, dan kemudian mengguanakan bermacam-macam obat
kimia, yang sayangnya akan menghilangkan aktifitas penyembuihan tubuh.
Hal ini barangkali akan cukup membantu seseorang kembali bekerja, atau
mendukungnya untuk melakukan fungsi-fungsi yang penting, tetapi setelah
bertahun-tahun terjadi penekanan terhadap proses pengeluaran, maka
bahan-bahan yang beracun akan masuk kedalam sistem, sehingga organ
mengalami kerusakan dan tak ada lagi harapan untuk mengobatinya. Kecuali
dengan cara-cara yang paling drastis. Sekalipun cara tersebut sangat
sulit dan bahkan agak mengerikan.
Diperlukan usaha dan sikap
disiplin agar dapat berhasil dalam melaksanakan puasa-puasa yang
dianjurkan ini. Dianjurkan bagi orang-orang yang belum berpengalaman
untuk memulai puasa selama satu hari atau setengah hari, dan secara
bertahap melanjutkannya sampai tingkat pelaksanaan yang diharapkan.53
Doa
Do’a
adalah berhubungan dengan Tuhan, dengan segenap hati kita, pikiran,
tubuh, dan jiwa-memanggil, menginginkan dan mendekatkan diri dengan Yang
Tercinta. Selain memanggil Tuhan, kita menemukan harapan dan ketakutan
terdalam kita, dengan cara menelanjangi diri kita yang paling intim
kepada diri kita sendiri. Ketika kita mulai menyadari bahwa kita tidak
terpisahkan dari Tuhan, tapi baru dibawah ilusi perpisahan, kita akan
merasakan bahwa doa baru saja terjadi sepanjang hari. Dalam menemukan
keilahian kita dan Sang Ilahi, maka hiduplah secara sadar dalam
“kehadiran-Nya yang selalu mencinta”, kita akan menjadi anugrah bagi
diri kita dan seluruh manusia.[29]
Air
Selama dunia terkembang
air adalah tetap air. Tetapi begitu kita terapkan metodologi tertentu
atau pelaksanaan khusus tentang teknologinya, umpamanya saja
elektrolisa, maka air itu akan mengeluarkan tenaga dahsyat. Ia akan
terurai menjadi atom oksigen dan atom hidrogen, yang kalau disatukan
kembali dan disulut akan meledak dan menyemburkan api yang panasnya
dapat melebur besi (Knalgas Brander). Air itu juga, jika diuapkan secara
metodologis tertentu dengan papiniaansepot yang dahulu diolah pertama
kali oleh James Watt, akan mengeluarkan tenaga uap hebat, sehingga dapat
menjalankan kereta api dengan kecepatan tinggi. Air itu juga, kalau
diterjunkan dan ditampung oleh turbin yang digandengkan dengan dinamo,
akan mengeluarkan energi listrik yang kadang-kadang mampu mencapai
kekuatan sampai 170.000 KVA, yang dalam tahap selanjutnya dapat
memproduksi energi atom dan nuklir (Newton dan Edison). Betapa hebatnya
air biasa tadi jika diolah dengan metodologi khusus melalui teknologi
hidrolika (Pascal), sehingga mampu menghasilkan tenaga tekanan yang
dahsyat yang pernah dimanfaatkan untuk mengangkat serta meluruskan
kembali menara Eifel yang begitu tinggi sewaktu miring posisinya
disebabkan karena gempa bumi. Air laut jika diolah dengan prinsip
elektrolisa atas dasar teori ion Arrhenius akan menghasilkan dua macam
racun dahsyat yaitu soda api dan gas khloros yang sangat berbahaya.[30]
Semua
contoh-contoh ilustrasi tersebut di atas, menunjukkan kepada kita bahwa
Kalimah Allah dan seluruh ayat Al Quranul Karim, yang sehari-hari bagi
kita selalu hanya merupakan bacaan-bacaan saja yang dilagukan dengan
suara merdu (memang inipun untuk syi'ar agama, berpahala dan sangat
baik!), tidak akan mampu mengeluarkan power atau tenaga dahsyat, selama
kita tidak berusaha mencari dan menemukan metodologinya dalam
teknologinya yang kami sebut Teknologi Metafisika Al Qur'an. Dengan
teknologi inilah Kalimah Allah dan semua ayat-ayat Al Quran benar-benar
baru akan dapat berhasil mengeluarkan dengan sangat gilang gemilang
energi-energi metafisika Ketuhanan Yang Maha Dahsyat yang tidak dapat
diukur akan kehebatannya.[31]
The true power of water
Wudlu
Shaikh
Hisham Kabbani, khalifah Shaikh Nazim al-Haqqani, menulis tentang
pengobatan dengan menggunakan kekuatan wudlu. Menurut Hisham Kabbani,
Nabi Muhammad Saw adalah yang pertama kali mengajarkan kepada para
Sahaba r.a. penggunaan energi dan apa yang tersedia dari berbagai
kekuatan berbeda di sekitar kita di dunia ini.
Terdapat banyak
cara yang ditunjukkan Nabi s.a.w. kepada kita dalam uapaya penyembuhan,
salah satunya adalah yang diuraikan dalam Hadis orang buta yang meminta
Nabi s.a.w. untuk memulihkan pandangan matanya.
Dia s.a.w.
berkata kepada orang buta itu, langkah pertama adalah pergilah ke tempat
wudhu dan ambillah wudhu. Itu artinya wudhu adalah awal (pembukaan)
dari penyembuhan untuk setiap penyakit. Jika pasien tidak memiliki
wudhu, upaya untuk menyembuhkan penyakit itu akan minimal.[32]
Mandi
K.H.
Anang Syaih berkata: “bahwa mandi pada waktu bangun tidur itu kulit dan
daging dalam keadaan menggendor dan syaraf-syaraf sedang tegang,
kemudian di guyur dengan air dingin maka kulit dan bagian tubuh akan
mengkerut dan syaraf-syaraf yang tegang kembali pada posisi yang
sebenarnya. Sehingga dapat di rasakan tubuh ini menjadi segar bugar,
mandi adalah bagian bersuci yang dalam ilmu fiqh di kenal dengan istilah
thoharoh (bersuci), bersuci di sini menggandung arti bersuci badan agar
tidak mengakibatkan malas, bersuci pakaian, tempat tinggal dan segala
yang di gunakan dalam menempuh hidup.” Bila cara mandi dan manfaat mandi
diungkapkan didalam penyembuhan cara sufi sangatlah menarik bagi para
pembaca agar mereka tau kalau mandi itu ada manfaat yang sebenarnya
dapat sebagai penyembuhan penyakit seperti kecanduan narkoba”, kemalasan
pada tubuh dalam melakukan sesuatau, menghilangkan rasa pegal-pegal
dalam tubuh. Dalam pondok pesantren suryalaya disebutkan sebagai mandi
taubat. Mandi tengah malam. Untuk para pasien yang sakit terkena narkoba
dan obatobatan yang terlarang, keadaan pasien ini sangatlah parah.
Dalam penyembuhannya juga dibantu dengan cara-cara dalam islam seperti
berdzikir, sholat wajib dan sholat sunat.
Makanan / Herbal
The
Ayurvedic principles of yogic diet and the hadiths of Prophet Muhammad
(peace be upon him) are agreed that milk and ghee are beneficial, and
that beef is detrimental to health. Likewise, both discourage eating
onions and garlic. Ginger (Arabic zanjabîl, from Sanskrit srngivera,
from Proto-Dravidian ciñcivêr) is mentioned in the Qur’ân (76:17) as a
spice of Paradise. Ayurveda regards ginger as sâttvika, a quality
helpful to spiritual life. Both Ayurveda and the Qur’ân tell of the
spiritual qualities of the basil plant, the sacred basil (Ocimum
sanctum) called tulasi in Sanskrit and the sweet basil (Ocimum
basilicum) called rayhân in the Qur’ân (while the Italians value it only
for its culinary qualities!). Tulasi basil is used to uplift, clear,
and invigorate the mind, assisting the consciousness to focus on
spiritual thoughts; rayhân is mentioned in the Qur’ân (55:12) as a plant
of Paradise, and the Prophet recommended it to his Companions for its
refreshing aromatherapy. The Arabic word rayhân is derived from the same
root as rûh 'spirit'.
Bunga Mawar
Para Nabi biasa
menggunakan bunga dan minyak bunga tersebut dalam proses penyembuhan.
Sewaktu kita memperhatikan sifat bunga-bunga itu, maka kita akan
menyadari bahwa dirangsang pertumbuhannya dan dapat hidup terutama
karena hubungan dengan cahaya matahari, dan dengan menggunakan suatu
proses yang disebut dengan fotosintesis, terbentuklah komponen-komponen
oksigen dan udara, yang kitagunakan untuk berbapas. Bunga-bunga itu
memerlukan banyak cahaya, tanah, dan air hujan.[33]
Bunga mawar
dianggap memiliki esensi yang paling baik dari semua jenis bunga. Bunga
ini seringkali digunakan untuk menyerap dan membawa berkah dari seorang
ulama suci, orang yang mengunjungi tempat-tempat peristirahatan (Darqoh)
ulama-ulama suci sering menaburkan bunga mawar pada makanannya,
kemudian mengguankan bunga itu kembali untuk diapakai dalam penyembuhan.
Karena jiwa ulama suci itu masih ada, bunga mawar akan menyerap esensi
ulama suci tadi, yang kemudian dapat dikonsumsi, dan dibawa oleh
beberapa orang dengan hasil-hasil yang positif. Beberapa Khanaqah
(tempat suci) para sufi memiliki taman bunga mawar yang tumbuh disekitar
tempat tersebut. Para sufi jugasering membacakan beberapa ayat
al-Qur’an pada bunga mawar tersebut, yang dapat memberikan kekuatan
penyembuhan yang lebih besar terhadap bunga- bunga itu.[34]
Visualisasi
Visualisasi
adalah penggunaan pikiran dengan sengaja untuk menciptakan dan
memperluas realitas Anda. Ini juga merupakan metode mengembangkan
kesadaran diri dan kendali terhadap fungsi-fungsi otonomis tubuh, yang
membantu dalam proses penyembuhan. Terhadap penyakit, visualisasi Anda
bisa berupa melihat dan merasakan diri Anda sehat dan utuh. Atau,
memvisualisasikan perubahan spesifik yang akan memberi sumbangan pada
kesejahteraan Anda.
Keseimbangan Resonansi Magnetik adalah sebuah
sistem latihan yang memanfaatkan kombinasi konsep-konsep
berdasar-energi untuk memperkuat medan elektromagnetik dan untuk meraih
keadaan ekuilibrium yang paling menguntungkan. Metode-metode yang
digunakan bervariasi dari umum ke spesifik, tergantung keadaan medan
energi individu tersebut. Bila pusat-pusat energi getar berfungsi
selaras, mereka bertindak sebagai sebuah sistem jalinan antara tubuh
fisik dengan tubuh substil nonfisik.
Disamping terapi yang telah disebutkan di atas, masih ada beberapa model terapi sufistik yang lain diantaranya
C. Penutup
Bimbingan Konseling Islam yang terejawantahkan
dalam terapi sufistik mempunyai peluang signifikan dalam kehidupan
modern yang cenderung kering terhadap nilai-nilai spiritual. Peluang ini
berkaitan dengan salah satu fungsi Bimbingan Konseling yaitu fungsi
penyembuhan. Para sufi berkeyakinan bahwa penyakit itu datangnya dari
Allah dan begitu pula obatnya juga berasal dari Allah. Menurut para sufi
timbulnya penyakit baik fisik maupun psikis disebabkan karena
terjadinya ketidakseimbangan antara jiwa dan raga. Oleh karena itu,
terapi yang diberikan oleh para sufi lebih berfokus pada upaya
mengembalikan keseimbangan yang hilang.
* Makalah dipresentasikan
dalam acara Diskusi Dosen Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN “SMH”
Banten pada hari Kamis, 5 Mei 2011. Pemakalah: Agus Ali Dzawafi.
[1]
H.M. Arifin, Pokok-pokok Pikiran Tentang Bimbingan dan Penyuluhan Agama
di Sekolah dan di Luar Sekolah (Jakarta: Bulan Bintang, 1979), hal. 18
[2] Syamsu Yusuf dan A. Juntika Nurihsan, Landasan Bimbingan dan Konseling (Jakarta: Rosydakarya, 2005), hal. 5
[3]
Abu Bakar Barja, Psikologi Konseling dan teknik Konseling Sebagai Cara
Menyelesaikan Masalah psikologis, pribadi, orang lain dan Kelompok
(Jakarta: Studia Press, 2004), h.1
[4] H.M. Arifin, Pokok-pokok Pikiran, hal. 18
[5]
Lihat Ahmad Najib Burhani, Manusia Modern Mendamba Allah, Renungan
Tasawuf Positif, (Jakarta : Mizan Media Utama, 2002), hal. 166
[6] Jalaluddin, Psikologi Agama, Edisi Revisi, (Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2000), hal. 197
[7]
M. Utsman Najati, Al-Qur’an wa al-Nafs, diterjemahkan oleh : Rof’i
Usmani Dengan Judul : Al-Qur’an dan Ilmu Jiwa, (Bandung : Pustaka,
1997), hal. 283
[8] Amir Annajar, “Ilmu Jiwa Dalam Tasawuf: Studi
Komparatif Dengan Ilmu Jiwa Kontemporer”, (Jakarta: Pustaka Azan,
2002), hal. 200.
[9] Linda O’riordan, The Art of Sufi Healing
diterjemahkan oleh Mariana Ariesetyawati dengan judul Seni Penyembuhan
Sufi, (Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta, 2002), hal. 28-29
[10]
Handoko, “Bimbingan Konseling Di Lingkungan Masyarakat Kristiani,”
Makalah Regional Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang, 2003, hal. 2.
[11]
Thera, Pratomo, Nyana Suryanadi, “Pendekatan Konseling Budha”, Makalah
Seminar Regional, Bimbingan Konseling Lintas Agama, Fakultas Dakwah IAIN
Walisongo Semarang,2003, hal. 2
[12] Muh. Sulthon, “Desain Ilmu Dakwah”, (Yogyakart: Pustaka Pelajar, 2003), hal. 102.
[13] Al-Ghazali, Mengobati Penyakit Hati (Membentuk Akhlak Mulia, Terj. Muhammad Al-Bagir, (Karisma, 1994), hal. 60
[14]
Syeikh Muhammad Amin Al-Kurdi, Menyucikan Hati dengan Cahaya Ilahi,
Terj. Kuswaidi Noer, (Yogyakarta: Mitra Pustaka, 2003), hal. 143
[15] Muhammad Hayat al-Sindi, Sarh al-Hikam al-‘Ataiyah, (Beirut: Dar Maktabah al-Ma’arif, 2010), hal. 104
[16] Dadang Hawari, Al-Qur’an Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa, (Solo: Dana Bakti Prima Jasa, , 1999), hal. 1-2
[17] Sehnaz Kiymaz, “Sufi Treatments Methods and Philosophy Behind it” hal. 11
[18] Fuad Nashori, Psikologi Islami: Agenda Munuju Aksi, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset, 1997), hal. 136
[19] Ali Ansari, Elements of Sufi Healing, (Surrenderwork, 2001), hal. 9.
[20] Ibn Ajibah, Iqad Himam fi Sharh Hikam, (Kairo: Dar al-Ma’arif, tt), hal. 464.
[21] QS. 27:34.
[22] Ibn Ajibah, Iqad Himam. hal. 465.
[23] QS. 21:18.
[24] Al-Qurtubi, al-Jami li Ahkam al-Quran (Beirut: Al-Resalah, 2006), hal. 184.
[25] Martin Van Bruinessen, Tarekat Naqsabandiyah di Indonesia, (Bandung: Mizan, 1996), hal. 155-156.
[26] Hakim Mu’inuddin Chisyti, hal. 162
[27] Islam and Yoga: A comparative study of congruence between two traditions
[28] Khwaja Shamsuddin Azeemi, Learn Telephaty, hal. 36-37.
[29] Linda O’Riordan, hal. 187-188
[30] Kadirun Yahya, Prinsip dan Aplikasi Teknologi Metafisika Islam dalam http://suraukita.org
[31] Ibid.
[32] Ilustrasi dan penjelasan yang lebih detail, lihat Hisham Kabbani, “Rahasia Wudhu dan Kekuatan di Tangan”.
[33] Mu’inuddin Chisyti, The Book of Sufi Healing, 185-186.
[34] Ibid, 188-189.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar