Selasa, 03 Februari 2015

proses konseling



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Globalisasi yang ditandai dengan kemajuan cepat serta mendunia di bidang informasi dan teknologi dalam dua dasa warsa terakhir, telah berpengaruh terhadap peradaban manusia yang melebihi jangkauan pemikiran sebelumnya. Pengaruh ini terlihat pada pergeseran tatanan sosial, ekonomi, dan politik yang memerlukan keseimbangan baru antara nilai-nilai, pemikiran, serta cara-cara kehidupan yang berlaku dalam konteks global dan lokal. Kondisi ini menuntut individu untuk memiliki kualitas daya saing dan kompetensi yang tinggi.
Seiring dan semakin meningkatnya tuntutan kuantitas dan kualitas hidup individu, permasalahan yang dihadapi individu juga semakin kompleks. Permasalahan di maksud sering kali tidak cukup bahkan tidak mampu diatasi sendiri oleh individu. Ia juga tidak terselesaikan dengan tuntas hanya dengan diberi layanan dalam bentuk informasi dan nasehat. Individu memerlukan pelayanan secara sistematis mampu membantu mengentaskan masalah yang dihadapinya sehingga ia mampu mengembangkan dirinya ke arah meningkatkan kualitas kehidupan efektif sehari-hari.
Konseling perorangan merupakan salah satu jenis layanan yang dapat dilaksanakan oleh dosen wali untuk membantu individu dalam memecahkan masalah yang dihadapinya.

B.     Tujuan

Tujuan konseling adalah memberi fasilitas dan menimbulkan pertumbuhan kepribadian : menolong pribadi-pribadi untuk mengubah pola-pola kehidupan yang menyebabkan mereka tidak berbahagia, dan menyediakan suasana persaudaraan dan kebijaksanaan bagi pribadi-pribadi yang sedang menghadapi kehilangan dan kekecewaan. Membantu klien untuk merasa lebih baik atau nyaman.
Konselor menetapkan tujuan untuk membantu kliennya memiliki kemampuan menolong diri sendiri, sehingga dapat menghadapi situasi hidup selanjutnya dengan lebih konstruktif. (oates, 1974:9)


C.    Tempat dan Waktu
1.      Kp 01.
Tempat : Jln Gunung Merapi No 272 – Dasan Agung Pelita.
Waktu  : 20 Desember 2013
             Pukul 08.00-Selesai

2.      Kp 02.
Tempat : Jln Gotong Royong, Gang Rambutan – Kelurahan Kebun Sari
Waktu   : 25 Desember 2013
             Pukul 20.00-Seleai

3.      Kp 03.
Tempat : Gang Ninja – Gomong Lama
      Waktu  :  28 Desember 2013
                   Pukul 20.00-Selesai

4.      Kp 04.
Tempat : Jln Pelita No 09-Karang Taruna
Waktu  : 31 Desember 2013
             Pukul 15.00-Selesai

5.      Kp 05
Tempat : Jln Peternakan Gang Mawar No10-Karang Tumbuk
Waktu  : 05 Januari 2014
             Pukul 08.00-Selesai
    

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Persiapan Konselor
Dalam persiapan untuk konseling terhadap beberapa hal yang harus dilakukan oleh konselor dalam memulai proses konseling yaitu :
1.      Kesiapan untuk konseling
Kesiapan merupakan suatu kondisi yang harus dipenuhi sebelum klien membuat hubungan konseling. Kesiapan klien untuk konseling dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu :  motivasi untuk memperoleh bantuan, pengetahuan klien tentang konseling, kecakapan intelektual, tingkat tilikan terhadap masalah dan dirinya sendiri, harapan-harapan terhadap peranan konselor dan system pertahanan dirinya.
2.      Metode penyiapan klien
Untuk mencapai kesiapan klien dalam konseling, dapata dilakukan metode-metode berikut : melalui penbicaraan dengan berbagai pihak atau lembaga mengenai masalah dan pelayanan konseling yang diberikan dan memberikan informasi pada klien tertentu tentang dirinya dan prospeknya.

B.     Proses Konseling
Proses konseling terlaksana karena hubungan konseling berjalan dengan baik: setiap tahapan proses konseling membutuhkan keterampilan-keterampilan khusus. Dinamika hubungan konseling ditentukan oleh penggunaan keterampilan konseling yang berpariasi. Dengan demikian proses konseling tidak di rasakan oleh peserta konseling (konselor-klien) sebagai hal yang menjemukan akibat keterlibatan mereka dalam proses konseling sejak awal hingga akhir di rasakan sangat bermakna dan berguna. Secara umum proses konseling dibagi atas lima tahapan:
1.      Pengantaran
Dalam tahap ini konselor mengkondisikan dan mengantarkan klien memasuki kegiatan konseling dengan segenap pemahaman
2.      Penjajagan adalah hal-hal ataupun segala sesuatu yang diungkapkan klien
3.       Penafsiran
Diagnosis = (Proses menggali, melihat, mengungkap berbagai latar belakang masalah klien/ sebab-sebab, atas dasar ungkapan dari klien dan disimpulkan).
Prognosis = Interpertasi hal-hal yang akan terjadi terhadap permasalahan klien/akibat yg akan terjadi dgn permasalahan yg di alami
4.      Pembinaan :
a.       Pengetasan masalah klien dengan berbagai konsekuensinya, serta menetapkan rencana tindakan.
b.      Membantu klien mencari Alternatif
c.       Dalam konseling yg membuat alternatif adl klien itu sendiri
d.      Berarti konselor tdk memberi alternatif
e.       Bukan masalah lbh banyak positif dan negatif tapi sesuai dgn pilihan/kemampuan klien
f.       Keputusan ada di tangan klien
g.      Hasil keputusan harus dilihat JAPEN & JAPAN
h.      Membelajarkan bahwa klien itu BISA
5.      Penilaian

C.    Variasi konseling
No
Nama
Umur
Jenis kelamin
Sekolah
Status
1.
Arif hairul
30 tahun
Laki-lakis
Guru
Menikah
2.
Athik yuniarsi
17 tahun
Perempuan
SMA Hang Tuah
Belum menikah
3.
Rizkikah A. Mbele
15 tahun
Perempuan
SMPN 13 Mataram
Belum Menikah
4.
Syafarna WB
20 tahun
Perempuan
UNRAM
Belum Menikah
5.
Sri Haryani
21 tahun
Perempuan
IKIP
Belum menikah

D.    Penilaian (laiseg)
1.      KP 01 :
P1    :  Klien menjadi tahu bagaimana memperlakukan istrinya.
P2     :  Lega dan nyaman.
P3     :  Klien lebih pro aktif dalam memahami keinginan istrinya.
2.      KP 02 :
P1    :  AK memahami lebih mendalam tentang makna agama dan keyakinan walaupun AK (MIF) masih belum puas namun dalam pengakuannya sudah lebih tenang dan memahami maksud dari orang tua menyuruh beribadah.
P2     :  Senang mendapat wawasan dan ilmu yang baru, asyik, seru, dan lebih tenang.
P3     :  Menceritakan pada teman, menjalankan sholat dengan penuh keyakinan dan beriman pada ALLAH SWT.
3.      KP 03  :
P1    :  Klien menjadi lebih banyak pengelaman.
P2     :  Lebih Rileks.
P3     :  Lebih sayang pada orang tua.
4.      KP 04  :
P1    :  Konseli menjadi tahu bagaimana cara agar dapat menyesuaikan diri dengan jurusan yang ditempuh
P2     :  Konseli merasa lega dan senang memperoleh informasi baru
P3     :  Konseli akan berusaha untuk segera menerima jurusan yang dipilih oleh orang tuanya.
5.      KP 05  :
P1    :  Klien memahami dan akan berusaha terbuka.
P2     : Legah dan nyaman.                                          
P3     : Mengikuti saran teman.




BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Konseling perorangan merupakan salah satu jenis layanan yang dapat dilaksanakan oleh dosen wali untuk membantu individu dalam memecahkan masalah yang dihadapinya.
Proses konseling terlaksana karena hubungan konseling berjalan dengan baik: setiap tahapan proses konseling membutuhkan keterampilan-keterampilan khusus.
Secara umum proses konseling dibagi atas lima tahapan:
1.      Pengantaran adalah dalam tahap ini konselor mengkondisikan dan mengantarkan klien memasuki kegiatan konseling dengan segenap pemahaman
2.      Penjajagan adalah hal-hal ataupun segala sesuatu yang diungkapkan klien
3.      Penafsiran
Diagnosis = (Proses menggali, melihat, mengungkap berbagai latar belakang masalah klien/ sebab-sebab, atas dasar ungkapan dari klien dan disimpulkan).
Prognosis = Interpertasi hal-hal yang akan terjadi terhadap permasalahan klien/akibat yg akan terjadi dgn permasalahan yg di alami
4.      Pembinaan
5.      Penilaian


B.     Saran
Saran saya mudah-mudahan dengan diadakan tugas ini saya pribadi berharap untuk menjadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi semua orang Khususnya untuk klien mudah-mudahan bisa mengatasi masalahnya tanpa menimbulkan masalah lain. Jika ada kesalahan selama proses konseling berlangsung saya pribadi mohon maaf. Dan demi kesempurnaan laporan ini kritik dan saran yang membangun sangat di harapkan.

C.    Lampiran

Tidak ada komentar: