BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Globalisasi yang ditandai dengan
kemajuan cepat serta mendunia di bidang informasi dan teknologi dalam dua dasa
warsa terakhir, telah berpengaruh terhadap peradaban manusia yang melebihi
jangkauan pemikiran sebelumnya. Pengaruh ini terlihat pada pergeseran tatanan
sosial, ekonomi, dan politik yang memerlukan keseimbangan baru antara
nilai-nilai, pemikiran, serta cara-cara kehidupan yang berlaku dalam konteks
global dan lokal. Kondisi ini menuntut individu untuk memiliki kualitas daya
saing dan kompetensi yang tinggi.
Seiring dan semakin meningkatnya
tuntutan kuantitas dan kualitas hidup individu, permasalahan yang dihadapi
individu juga semakin kompleks. Permasalahan di maksud sering kali tidak cukup
bahkan tidak mampu diatasi sendiri oleh individu. Ia juga tidak terselesaikan
dengan tuntas hanya dengan diberi layanan dalam bentuk informasi dan nasehat.
Individu memerlukan pelayanan secara sistematis mampu membantu mengentaskan
masalah yang dihadapinya sehingga ia mampu mengembangkan dirinya ke arah
meningkatkan kualitas kehidupan efektif sehari-hari.
Konseling perorangan merupakan salah
satu jenis layanan yang dapat dilaksanakan oleh dosen wali untuk membantu
individu dalam memecahkan masalah yang dihadapinya.
B.
Tujuan
Tujuan konseling adalah memberi
fasilitas dan menimbulkan pertumbuhan kepribadian : menolong pribadi-pribadi untuk
mengubah pola-pola kehidupan yang menyebabkan mereka tidak berbahagia, dan
menyediakan suasana persaudaraan dan kebijaksanaan bagi pribadi-pribadi yang
sedang menghadapi kehilangan dan kekecewaan. Membantu klien untuk merasa lebih
baik atau nyaman.
Konselor menetapkan tujuan untuk
membantu kliennya memiliki kemampuan menolong diri sendiri, sehingga dapat
menghadapi situasi hidup selanjutnya dengan lebih konstruktif. (oates, 1974:9)
C.
Tempat
dan Waktu
1.
Kp 01.
Tempat
: Jln Gunung Merapi No 272 – Dasan Agung Pelita.
Waktu
: 20 Desember 2013
Pukul 08.00-Selesai
2.
Kp 02.
Tempat
: Jln Gotong Royong, Gang Rambutan – Kelurahan Kebun Sari
Waktu
:
25 Desember 2013
Pukul 20.00-Seleai
3.
Kp 03.
Tempat
: Gang Ninja – Gomong Lama
Waktu
:
28 Desember 2013
Pukul 20.00-Selesai
4.
Kp 04.
Tempat
: Jln Pelita No 09-Karang Taruna
Waktu : 31 Desember 2013
Pukul 15.00-Selesai
5.
Kp 05
Tempat
: Jln Peternakan Gang Mawar No10-Karang Tumbuk
Waktu : 05 Januari 2014
Pukul 08.00-Selesai
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Persiapan
Konselor
Dalam
persiapan untuk konseling terhadap beberapa hal yang harus dilakukan oleh
konselor dalam memulai proses konseling yaitu :
1.
Kesiapan untuk
konseling
Kesiapan
merupakan suatu kondisi yang harus dipenuhi sebelum klien membuat hubungan
konseling. Kesiapan klien untuk konseling dipengaruhi oleh berbagai faktor
yaitu : motivasi untuk memperoleh
bantuan, pengetahuan klien tentang konseling, kecakapan intelektual, tingkat
tilikan terhadap masalah dan dirinya sendiri, harapan-harapan terhadap peranan
konselor dan system pertahanan dirinya.
2.
Metode penyiapan klien
Untuk
mencapai kesiapan klien dalam konseling, dapata dilakukan metode-metode berikut
: melalui penbicaraan dengan berbagai pihak atau lembaga mengenai masalah dan
pelayanan konseling yang diberikan dan memberikan informasi pada klien tertentu
tentang dirinya dan prospeknya.
B.
Proses
Konseling
Proses
konseling terlaksana karena hubungan konseling berjalan dengan baik: setiap
tahapan proses konseling membutuhkan keterampilan-keterampilan khusus. Dinamika
hubungan konseling ditentukan oleh penggunaan keterampilan konseling yang
berpariasi. Dengan demikian proses konseling tidak di rasakan oleh peserta
konseling (konselor-klien) sebagai hal yang menjemukan akibat keterlibatan
mereka dalam proses konseling sejak awal hingga akhir di rasakan sangat
bermakna dan berguna. Secara umum proses konseling dibagi atas lima tahapan:
1. Pengantaran
Dalam tahap ini
konselor mengkondisikan dan mengantarkan klien memasuki kegiatan konseling
dengan segenap pemahaman
2. Penjajagan
adalah hal-hal ataupun segala sesuatu yang diungkapkan klien
3.
Penafsiran
Diagnosis = (Proses menggali, melihat, mengungkap berbagai latar belakang
masalah klien/ sebab-sebab, atas dasar ungkapan dari klien dan disimpulkan).
Prognosis = Interpertasi hal-hal yang akan terjadi terhadap permasalahan
klien/akibat yg akan terjadi dgn permasalahan yg di alami
4. Pembinaan
:
a. Pengetasan masalah klien dengan berbagai
konsekuensinya, serta menetapkan rencana tindakan.
b. Membantu klien mencari Alternatif
c. Dalam konseling yg membuat alternatif adl klien itu
sendiri
d. Berarti konselor tdk memberi alternatif
e. Bukan masalah lbh banyak positif dan negatif tapi
sesuai dgn pilihan/kemampuan klien
f. Keputusan ada di tangan klien
g. Hasil keputusan harus dilihat JAPEN & JAPAN
h. Membelajarkan bahwa klien itu BISA
5. Penilaian
C.
Variasi
konseling
|
No
|
Nama
|
Umur
|
Jenis kelamin
|
Sekolah
|
Status
|
|
1.
|
Arif hairul
|
30 tahun
|
Laki-lakis
|
Guru
|
Menikah
|
|
2.
|
Athik yuniarsi
|
17 tahun
|
Perempuan
|
SMA Hang Tuah
|
Belum menikah
|
|
3.
|
Rizkikah A. Mbele
|
15 tahun
|
Perempuan
|
SMPN 13 Mataram
|
Belum Menikah
|
|
4.
|
Syafarna WB
|
20 tahun
|
Perempuan
|
UNRAM
|
Belum Menikah
|
|
5.
|
Sri Haryani
|
21 tahun
|
Perempuan
|
IKIP
|
Belum menikah
|
D.
Penilaian
(laiseg)
1. KP 01 :
P1 : Klien
menjadi tahu bagaimana memperlakukan istrinya.
P2 : Lega dan nyaman.
P3 : Klien lebih pro aktif dalam memahami
keinginan istrinya.
2. KP 02 :
P1 : AK
memahami lebih mendalam tentang makna agama dan keyakinan walaupun AK (MIF)
masih belum puas namun dalam pengakuannya sudah lebih tenang dan memahami
maksud dari orang tua menyuruh beribadah.
P2 : Senang mendapat wawasan
dan ilmu yang baru, asyik, seru, dan lebih tenang.
P3 : Menceritakan pada
teman, menjalankan sholat dengan penuh keyakinan dan beriman pada ALLAH SWT.
3. KP 03 :
P1 : Klien
menjadi lebih banyak pengelaman.
P2 : Lebih Rileks.
P3 : Lebih sayang pada orang tua.
4.
KP 04 :
P1 : Konseli
menjadi tahu bagaimana cara agar dapat menyesuaikan diri dengan jurusan yang
ditempuh
P2 : Konseli merasa lega dan senang memperoleh
informasi baru
P3 : Konseli akan berusaha untuk segera menerima
jurusan yang dipilih oleh orang tuanya.
5. KP 05 :
P1 : Klien memahami dan akan berusaha terbuka.
P2 : Legah dan
nyaman.
P3 : Mengikuti
saran teman.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Konseling
perorangan merupakan salah satu jenis layanan yang dapat dilaksanakan oleh
dosen wali untuk membantu individu dalam memecahkan masalah yang dihadapinya.
Proses konseling
terlaksana karena hubungan konseling berjalan dengan baik: setiap tahapan
proses konseling membutuhkan keterampilan-keterampilan khusus.
Secara umum
proses konseling dibagi atas lima tahapan:
1.
Pengantaran adalah dalam tahap ini
konselor mengkondisikan dan mengantarkan klien memasuki kegiatan konseling
dengan segenap pemahaman
2.
Penjajagan adalah
hal-hal ataupun segala sesuatu yang diungkapkan klien
3.
Penafsiran
Diagnosis = (Proses menggali, melihat, mengungkap
berbagai latar belakang masalah klien/ sebab-sebab, atas dasar ungkapan dari
klien dan disimpulkan).
Prognosis = Interpertasi hal-hal yang akan terjadi
terhadap permasalahan klien/akibat yg akan terjadi dgn permasalahan yg di alami
4. Pembinaan
5. Penilaian
B.
Saran
Saran saya mudah-mudahan dengan diadakan tugas ini saya
pribadi berharap untuk menjadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi semua orang
Khususnya untuk klien mudah-mudahan bisa mengatasi masalahnya tanpa menimbulkan
masalah lain. Jika ada kesalahan selama proses konseling berlangsung saya
pribadi mohon maaf. Dan demi kesempurnaan laporan ini kritik dan saran yang
membangun sangat di harapkan.
C.
Lampiran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar